SITUBONDO, Tugujatim.id – Gelanggang Olahraga (GOR) senilai hampir Rp45 miliar di Kilensari, Panarukan, Situbondo, mangkrak tanpa kejelasan waktu operasional. Kondisi GOR di Situbondo ini memicu kekecewaan berbagai pihak, termasuk aktivis hukum yang menuntut tindakan nyata dari pemangku kepentingan.
Pimpinan LBH Mitra Santri Situbondo Asrawi mengungkapkan keprihatinannya atas nasib infrastruktur sport center GOR di Situbondo yang sudah berdiri sempurna namun tidak kunjung beroperasi. Area parkir dan sekitar bangunan bahkan sudah dipenuhi tumbuhan liar yang merambat bebas.
Baca Juga: Bupati Situbondo Ancam Lapor Polisi jika Kepsek Korupsi Dana Rehabilitasi Sekolah
“Investasi puluhan miliar rupiah seperti terbuang percuma. Struktur bangunannya memang sudah berdiri kokoh, namun yang memprihatinkan adalah lahan sekitarnya telah berubah menjadi semak belukar,” ungkap Asrawi saat dikonfirmasi pada Rabu (12/11/2025).
Dia menjelaskan, rencana awal menargetkan konstruksi tuntas menjelang akhir 2024 dengan peresmian di tengah 2025. Namun kenyataan berbicara lain, hingga kini hanya struktur fisik yang tersedia tanpa kelengkapan operasional.
“Target penyelesaian seharusnya sudah lewat sejak akhir 2024 dan mulai beroperasi pertengahan tahun ini. Faktanya, yang ada baru bangunan kosong tanpa fungsi,” tambah Asrawi.
Minimnya Kontrol Instansi Berwenang
Organisasi bantuan hukum tersebut menilai situasi ini mencerminkan minimnya kontrol dan tindak lanjut dari instansi berwenang terhadap program yang menyedot dana APBD signifikan. Untuk itu, mereka mendesak evaluasi menyeluruh dan akselerasi penuntasan proyek.
“Harapan kami, pejabat pelaksana tugas di DPUPP Situbondo mau melakukan kajian mendalam tentang perkembangan proyek ini dan segera merampungkan pekerjaan yang tertunda,” tegas Asrawi.
Dia juga menggarisbawahi risiko pemborosan anggaran negara akibat aset publik yang tidak produktif.
“Sungguh menyedihkan dana publik untuk pembangunan fasilitas ini seperti sia-sia belaka. Hingga detik ini belum ada manfaat yang bisa dirasakan masyarakat. Sangat ironis,” kritiknya.
Di sisi lain, Plt Kepala DPUPP Situbondo Abdul Kadir Jelani mengakui bahwa peresmian memang belum terlaksana, ketika dimintai klarifikasi.
“Masih dalam tahap proses,” jawab Kadir singkat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Diki Febrianto
Editor: Dwi Lindawati








