LUMAJANG, Tugujatim.id – Ahmad Soim, guru di SDN Supiturang 02, Kabupaten Lumajang, Jatim, ini masih belum percaya ketika mendengar kabar sekolah tempat dia mengajar hancur lebur tanpa sisa diterjang erupsi Gunung Semeru.
Pagi itu, Rabu (19/11/2025), aktivitas belajar-mengajar di SDN Supiturang 02 yang terletak di Dusun Sumbersari, berjalan normal seperti biasa. Tidak ada tanda-tanda bahaya mengintai.
“Enggak ada tanda-tanda gunung mau meletus sebenarnya waktu itu,” kenang guru kelas 6 itu saat ditemui Tugujatim.id di sekolah yang menyisakan fondasi lantai saja.
Baca Juga: SDN Supiturang 02 Lumajang Rata Tak Tersisa, Diterpa Material Vulkanik Gunung Semeru
Setelah pulang sekolah, langit mulai mendung. Sekitar pukul 16.00-17.00 WIB, suasana mulai riuh. Tidak lama kemudian, kabar buruk itu datang.
Sekolah yang menjadi tempat dia mengabdi diri untuk mencerdaskan anak bangsa, kini tinggal kenangan. Perpustakaan, ruang kelas, halaman, semua luluh lantak. Yang tersisa hanya fondasi bangunan dan halaman yang dipenuhi batu-besar hasil material vulkanik.
“Habis, enggak ada sisa. Cuma tinggal fondasi itu,” ujarnya dengan nada sedih.

Menurut pria berusia 29 tahun itu, biasanya jika terjadi erupsi di tahun-tahun sebelumnya, erupsi selalu menjauh.
SDN Supiturang 02 memiliki puluhan siswa dari berbagai tingkatan kelas, dibimbing oleh delapan guru dan satu penjaga sekolah. Kini mereka tercerai-berai di berbagai titik pengungsian, dari Desa Supiturang hingga Oro-Oro Ombo.
Ahmad Soim mengaku belum mengetahui pasti keberadaan semua anak didiknya. Yang dia tahu, banyak dari mereka mengalami kehilangan yang sama, yaitu rumah mereka turut tersapu bencana.
“Kabarnya banyak yang bersedih, kirim WA ke guru masing-masing kelasnya, ‘Pak, rumah saya hilang, rumah saya hilang’,” ungkapnya dengan suara serak menahan emosi.
Dia bahkan tidak bisa berkata-kata atas kesedihan mendalam yang dirasakan usai melihat bangunan yang hampir disinggahi setiap hari untuk menyalurkan ilmu-ilmunya.
Aktivitas Sekolah Libur selama Masa Tanggap Darurat
Selama masa tanggap darurat, kegiatan belajar-mengajar diliburkan hingga situasi kembali kondusif. Ada informasi bahwa siswa SDN Supiturang 02 akan digabung sementara dengan SDN Supiturang 01, namun belum ada kepastian resmi.
“Belum jelas informasinya. Nanti kami menunggu kebijakan dari pemda aja gimana yang terbaik. Yang penting anak-anak nanti bisa kembali sekolah,” katanya.
Di tengah kehancuran, Ahmad Soim berharap pemerintah segera memberikan solusi terbaik, bukan hanya untuk sekolah, tetapi juga untuk seluruh korban bencana di sekitar SDN Supiturang 02. Dia mengharapkan bantuan material dan trauma healing bagi anak-anak yang kehilangan rumah dan harta benda.
“Semoga segera ada solusi yang terbaik dari pemerintah, terutama untuk para siswanya. Entah itu bantuan yang bersifat material ataupun trauma healing, sehingga nanti anak-anak bisa kembali ceria lagi,” harapnya.
Bagi Ahmad Soim, yang terpenting kini adalah memastikan anak-anak didiknya bisa bangkit dari kesedihan dan kembali meraih masa depan mereka, meski harus dimulai dari reruntuhan yang tertinggal.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Diki Febrianto
Editor: Dwi Lindawati








