Tugujatim.id – Tren berkurban seekor sapi secara patungan semakin marak, tetapi KH. Ahmad Bahauddin Nursalim atau Gus Baha justru mengajak umat Islam untuk merenungi, Apakah yang lebih utama, berkurban kambing sendiri atau ikut patungan sapi bersama enam orang lainnya?
Sebuah perbincangan hangat di kanal YouTube Najwa Shihab bersama Prof. Quraish Shihab dan Alwi Shihab (25/6/2023), Gus Baha mengungkapkan pandangannya yang mencuri perhatian. Menurutnya, kurban kambing lebih utama, baik secara nilai spiritual maupun historis.
“Kalau harus memilih antara tujuh orang patungan sapi dan satu orang berkurban kambing, saya lebih condong memilih kambing. Itu juga pendapat mayoritas ulama,” kata Gus Baha.
Gus Baha menjelaskan, dasar keutamaan kambing tidak sekadar soal jumlah atau harga. Ia merujuk langsung pada sejarah kurban Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail. Saat itu, hewan yang diturunkan dari langit untuk menggantikan Nabi Ismail adalah seekor kambing, bukan unta atau sapi.
“Kalau ada hewan lain yang lebih baik, pasti Allah akan memilih yang lain. Tapi nyatanya kambing yang dipilih. Ini yang menjadi dasar kuat dalam fiqih bahwa kambing itu lebih utama,” ungkapnya.

Menurut Gus Baha, berkurban seekor kambing untuk satu orang bukan hanya soal ritual. Itu juga mencerminkan sikap pribadi yang kuat dan tidak bergantung pada orang lain. Nilai keberanian dan kemandirian sangat terasa.
“Lebih privat. Satu orang satu kambing itu bentuk totalitas. Bukan urunan atau ikut-ikutan,” tegasnya.
BACA JUGA: Tabungan Nenek Marjidah dari Buruh Tani Antarkan Berangkat Haji di Usia Seabad Lebih
Sayangnya, lanjut Gus Baha, tren gaya hidup modern dan gengsi sosial mulai menggeser semangat kurban yang murni ini. Ia menyoroti perubahan sikap masyarakat yang awalnya terbiasa kurban kambing sendiri, kini justru ramai-ramai patungan sapi, bahkan mulai enggan menerima daging kambing.
“Dulu biasa kurban kambing sendiri, sekarang ramai-ramai ikut sapi. Banyak yang mulai beralasan kambing bikin darah tinggi atau repot dibagikan. Ini karena mulai banyak pegawai dan orang kelas menengah yang lebih mementingkan gaya hidup,” keluh Gus Baha.
BACA JUGA: Bingung Mau Puasa Qadha atau Syawal Dulu? Ini Penjelasan Hukumnya
Padahal, menurutnya, konsumsi daging kambing tidak akan berbahaya jika dikonsumsi dengan bijak. Sayangnya, persepsi ini membuat sebagian orang merasa risih menerima daging kambing, bahkan menolaknya.
Sebagai penutup, Gus Baha mengingatkan bahwa Rasulullah sendiri berkurban kambing. Ini menjadi rujukan penting bagi ulama dalam menetapkan pilihan terbaik saat berkurban.
“Maka kalau ingin mengikuti jejak Nabi dan makna sejati kurban, kambing tetap yang utama,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter: Mochamad Abdurrochim
Editor: Darmadi Sasongko








