JEMBER, Tugujatim.id – Bupati Jember Muhammad Fawait didampingi pimpinan Tim Penggerak PKK setempat, Ghyta Eka Puspita, menghadiri kegiatan sosial “Gus’e Peduli Kesehatan” di Rumah Sakit Daerah Balung, Minggu (14/09/2025). Hal ini sebagai upaya menekan angka stunting di Jember.
Program pelayanan masyarakat untuk menekan angka stunting ini fokus pada pemberian layanan Keluarga Berencana permanen melalui prosedur metode operasi wanita (MOW) atau tubektomi dan metode operasi pria (MOP) vasektomi. Target awal untuk prosedur wanita ditetapkan 224 peserta.
Baca Juga: Senjata Ampuh! Warga Jember Usir Stunting Gunakan Kelor dan Telur
Dari jumlah tersebut, enam calon peserta gugur karena berbagai kendala medis dan teknis sehingga yang berhasil menjalani prosedur mencapai 218 orang atau tingkat keberhasilan 97,3 persen. Untuk prosedur pria, dari 15 calon peserta, 13 berhasil menyelesaikan proses atau mencapai persentase 86,7 persen.
Antusiasme masyarakat terlihat dari partisipasi warga seluruh 31 kecamatan di wilayah Jember. Kecamatan Silo menjadi kontributor terbesar dengan mengirimkan 20 peserta KB.
Pemimpin daerah yang kerap disapa Gus Fawait mengungkapkan bahwa inisiatif ini terwujud melalui sinergi multi-stakeholder tanpa membebani kas daerah.
“Program Gus’e Peduli Kesehatan akan kami jalankan secara berkelanjutan melalui gotong royong. Yang perlu ditekankan, kegiatan ini tidak menyedot anggaran daerah, tetapi didukung kontribusi berbagai institusi seperti perusahaan milik daerah dan BKKBN Jatim,” ungkap Gus Fawait.
Bupati Beri Apresiasi Pekerja demi Ikut Vasektomi
Lebih lanjut, Gus Fawait menyoroti urgensi kontinuitas program kesehatan masyarakat semacam ini.
“Program serupa harus dijadwalkan secara konsisten. Selain memberikan manfaat langsung kepada warga, target utamanya adalah menekan prevalensi stunting di daerah kita. Harapan saya, frekuensi pelaksanaan dapat ditingkatkan dari dua kali menjadi empat kali per tahun,” paparnya.
Di sela-sela acara, pejabat nomor satu Jember ini juga menyempatkan berkunjung ke ruang perawatan untuk menjenguk pasien pasca-operasi. Sebagai bentuk apresiasi, dia menyerahkan paket bantuan dan kompensasi finansial untuk peserta, khususnya mereka yang harus meninggalkan aktivitas kerja demi mengikuti program vasektomi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Diki Febrianto
Editor: Dwi Lindawati








