JEMBER, Tugujatim.id – Situasi bersitegang sempat terjadi antara Bupati Jember, Muhammad Fawait (Gus Fawait) dengan pihak PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 9 di perlintasan sebidang Desa Pecoro, Kecamatan Rambipuji, Kabupaten Jember pada Senin (7/7/2025) sore.
Pasalnya, perlintasan yang tengah menjadi sorotan publik ini kerap menjadi lokasi kecelakaan. Bupati yang akrab disapa Gus Fawait, melakukan peninjauan langsung didampingi Sekretaris Daerah (Sekda), Jupriono, Kepala Dinas PU Bina Marga dan Sumber Daya Air Kabupaten Jember, Arif Liyantono, dan jajaran Pemkab Jember lainnya.
Dari pantauan Tugujatim.id beberapa pihak dari PT KAI Daop 9 Jember, termasuk Asisten Manajer Hukum, Yulianto Setyo Nugroho, juga menemui Gus Fawait beserta jajaran. Kedua sempat melakukan dialog hingga berujung bersitegang.
Gus Fawait yang saat itu menegaskan komitmen PT KAI Daop 9 Jember untuk segera menindaklanjuti kondisi perlintasan kereta api Pecoro yang kerap menimbulkan kecelakaan, mendapat respons dengan nada tinggi dari Yulianto Setyo Nugroho.
“Saya ngomong baik-baik, sampean nyolot aja,” ujar Gus Fawait.
Bahkan, saat Yulianto Setyo Nugroho menegaskan bahwa, jika ada audiensi sejak awal, pihaknya tidak akan tinggal diam terkait permasalahan tersebut. Kendati demikian, Gus Fawait menegaskan, jika ada pun audiensi, PT KAI Daop 9 Jember yang harus mengajukan audiensi kepada bupati atau Pemkan Jember.
“Audiensi-audiensi, saya disuruh audiensi ke sampean? Sampean ke saya. Bukan saya ke sampean, sampean di tanah Jember ini. Saya dari tadi ngomong baik-baik ya, tidak ada saya ngomong keras-keras dari tadi, sampean saja yang ngomong,” tegas Gus Fawait.
BACA JUGA: Gus Fawait Tambal Jalan Sementara Perlintasan KA Pecoro, Desak Perbaikan KAI dan Pihak Terkait
Di momen itu, Gus Fawait juga menerangkan bahwa, pihaknya telah melayangkan surat kepada PT KAI Daop 9 Jember sejak tanggal 28 Mei 2025 lalu. Kendati demikian, surat itu tidak pernah mendapat tanggapan serius dari PT KAI Daop 9 Jember.
Bahkan, Yulianto Setyo Nugroho mengaku belum menerima surat dan akan meninjau ulang keberadaan surat tersebut. Menurutnya, jika diperlukan perbaikan pada perlintasan kereta api Pecoro, pihaknya akan melakukan koordinasi terlebih dahulu.
BACA JUGA: Gus Fawait Ancam Laporkan BBPJN dan KAI ke Pusat Terkait Penanganan Perlintasan KA Pecoro
“Makanya saya koreksi lagi pak, nanti saya cek lagi suratnya itu seperti apa, nanti juga saya hubungi pihak terkait, kalau ini memang diperbaiki juga akan kami koordinasikan lagi pak,” kata Yulianto Setyo Nugroho.
Setidaknya, tanpa menunggu lama, Unit Reaksi Cepat (URC) yang telah dibentuk Pemkab Jember sebelumnya, melakukan pengaspalan di sekitar rel kereta api. Tidak lupa, dalam pengerjaanya didampingi pihak PT KAI Daop 9 untuk memastikan hasil pengaspalan tidak mengganggu lalu lalang kereta api.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter: Diki Febrianto
Editor: Darmadi Sasongko








