JEMBER, Tugujatim.id – Bupati Jember Muhammad Fawait atau akrab disapa Gus Fawait melaksanakan Program Bunga Desaku (Bupati Ngantor di Desa) dengan menyasar warga di Kecamatan Mumbulsari, Senin (06/04/2026).
Salah satu agenda utama Gus Fawait dalam rangkaian kegiatan tersebut berlangsung di Desa Lampeji, yang menjadi lokasi pertemuan antara pemerintah daerah dengan masyarakat.
Kegiatan sebelumnya diawali dengan santunan anak yatim di Balai Desa Karang Kedawung yang diikuti ratusan peserta dari berbagai desa. Agenda selanjutnya pertemuan bersama kader Posyandu serta pengurus RT dan RW di Kantor Desa Lampeji.
Baca Juga: 150 Anak Yatim Mumbulsari Terima Santunan lewat Bunga Desaku, Warga Jember Soroti Kinerja Bupati
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Jember Gus Fawait menegaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga menjadi ruang untuk menjaring aspirasi masyarakat secara langsung.
“Selain halalbihalal, yang kedua kami ingin serap aspirasi,” ucapnya.
Gus Fawait ingin semua lapisan masyarakat memiliki kesempatan yang sama untuk menyampaikan usulan.

“Karena jangan sampai Pemkab Jember ini yang ngusulkan orang itu-itu saja, yang ngusulkan hanya elite-elite saja,” katanya.
Menurut dia, kader Posyandu serta pengurus RT dan RW memiliki peran penting sebagai ujung tombak pemerintahan di tingkat bawah. Karena itu, mereka perlu dilibatkan secara aktif dalam proses perencanaan pembangunan.
“Maka kader Posyandu dan RT RW yang menjadi ujung tombak pemerintahan Kabupaten Jember juga harus didengarkan, inilah tujuan dari Program Bunga Desaku,” ujarnya.
Bupati Dialog bersama Peternak Farm Harjo Lestari
Setelah pertemuan di Desa Lampeji, rangkaian kegiatan Bunga Desaku dilanjutkan dengan dialog bersama para peternak di Farm Harjo Lestari pada pukul 17.00 WIB. Pertemuan ini dimanfaatkan sebagai forum diskusi untuk membahas potensi serta kendala di sektor peternakan yang menjadi salah satu sumber ekonomi masyarakat setempat.

Agenda berikutnya adalah peninjauan infrastruktur, khususnya jembatan di kawasan pertigaan Mumbulsari pada pukul 17.30 WIB. Kegiatan ini dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi fasilitas publik yang berperan penting dalam menunjang mobilitas warga.
Pada malam hari, kegiatan ditutup dengan pertemuan bersama tokoh masyarakat, pemuda, dan influencer di kawasan PTPN Mumbulsari. Forum tersebut menjadi ruang komunikasi antara pemerintah dan berbagai elemen masyarakat untuk menyampaikan masukan sekaligus memperkuat kolaborasi dalam pembangunan daerah. (adv)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: M. Imron Fauzi
Editor: Dwi Lindawati








