TUBAN, Tugujatim.id – Calon Wakil Gubernur Jawa Timur nomor urut 3 KH Zahrul Azhar Asumta atau yang akrab disapa Gus Hans memberikan motivasi inspiratif kepada ratusan santri di Pondok Pesantren Bahrul Huda Tuban, Rabu (23/10/2024).
Dalam kesempatan tersebut, Gus Hans mengingatkan pentingnya pendidikan adab dan soft skills di tengah pesatnya perkembangan teknologi yang kini mulai menggantikan tenaga manusia di berbagai sektor pekerjaan.
Gus Hans juga menyampaikan, perkembangan teknologi seperti kecerdasan buatan (AI) semakin mengubah kebutuhan dunia kerja.
“Dulu, sebuah pabrik mungkin membutuhkan 2.000 karyawan. Tapi sekarang dengan adanya teknologi AI, hanya dibutuhkan sekitar 600 orang saja,” jelasnya.
Baca Juga: Laga Persebaya vs PSM Makassar, Bajul Ijo Kembali Berambisi Rebut Puncak Klasemen Liga 1
Namun, menurut dia, santri memiliki keunggulan tersendiri yaitu penguasaan adab dan soft skills yang tidak dapat digantikan oleh teknologi.
“Saya yakin santri memiliki kemampuan lebih dalam hal adab dan ilmu yang hanya mereka miliki. Di tengah dunia yang semakin modern, justru adab inilah yang membuat santri bisa unggul,” tambah Gus Hans.
Selain berbicara tentang pentingnya soft skills, dia juga menekankan pentingnya meningkatkan literasi di Indonesia yang masih rendah. Menurut dia, program televisi dapat menjadi media yang efektif dalam menyampaikan pengetahuan kepada masyarakat.
“Tingkat literasi di Indonesia masih di bawah 6 persen. Karena itu, lewat program-program TV, kita bisa memberikan edukasi yang lebih mudah diterima oleh masyarakat luas,” ungkapnya.

Dia juga membagikan pengalaman pribadinya ketika memperkenalkan Islam Nusantara melalui program televisi yang ditayangkan secara internasional.
“Dengan televisi, kita bisa menyebarkan nilai-nilai Islam yang damai dari Indonesia ke seluruh dunia. Islam Nusantara menjadi contoh beragama yang damai dan dapat diterima di banyak negara,” katanya.
Gus Hans juga menegaskan pentingnya santri untuk memiliki fondasi agama yang kuat. Menurut dia, pondok pesantren memberikan kesempatan bagi santri untuk mandiri dan memperkuat akidah sehingga mereka tidak mudah terpengaruh oleh lingkungan luar.
“Santri yang mondok akan memiliki fondasi agama yang kokoh. Ketika ditempatkan di mana pun, mereka akan tetap kuat dan tidak mudah terpengaruh oleh hal-hal negatif,” tuturnya.
Baca Juga: Pesta Gol di Laga UCL! Hat-trick Vini JR Bawa Real Madrid Bangkit dari Keterpurukan
Motivasi yang disampaikan Gus Hans ini disambut antusias oleh para santri. Dengan pesan yang kuat tentang pentingnya pendidikan adab, literasi, dan wawasan global, Gus Hans berharap para santri bisa menjadi generasi yang tidak hanya berilmu, tetapi juga berakhlak mulia dan mampu bersaing di era modern.
“Menjadi santri bukan hanya soal belajar agama, tetapi juga membekali diri dengan keterampilan yang dibutuhkan di masa depan. Dunia butuh lebih banyak santri yang berwawasan global, terbuka, dan mandiri,” ujarnya.
Sementara itu, Pengasuh Pondok Pesantren Bahrul Huda KH. Fathul Huda dalam sambutannya menyampaikan harapan bahwa Gus Hans termasuk orang yang beruntung karena memiliki perhatian besar terhadap kepentingan santri dan pesantren.

“Sejak awal, beliau telah berpegang teguh pada nilai-nilai Nahdlatul Ulama. Hal ini terlihat jelas dari kepeduliannya yang selalu diarahkan untuk kesejahteraan pesantren dan santri,” ujar KH. Fathul Huda.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Mochamad Abdurrochim
Editor: Dwi Lindawati








