Tugujatim.id – Presiden Prabowo Subianto baru saja melantik KH. Mochamad Irfan Yusuf Hasyim sebagai Menteri Haji dan Umrah di Istana Negara, Jakarta, Senin (08/09/2025). Pria yang akrab di sapa Gus Irfan ini dilantik dengan Dahnil Anzar Simanjuntak sebagai Wakil Menteri Haji dan Umrah.
Pelantikan ini resmi terlaksana usai terbentuknya kementerian baru yang lahir dari pengesahan UU Perubahan Ketiga atas UU No 8/2019 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah dalam rapat paripurna DPR RI, Selasa (26/08/2025).
Baca Juga: Profil Purbaya Yudhi Sadewa, Ekonom dan Insinyur Gantikan Sri Mulyani Jadi Menteri Keuangan
Hal tersebut sekaligus menandai babak baru dalam tata kelola ibadah haji Indonesia, di mana pelayanan jemaah akan ditangani oleh kementerian tersendiri.
Cucu Pendiri NU, Putra Pesantren Tebuireng
Gus Irfan merupakan pria kelahiran Jombang, 24 Juni 1962. Dia dikenal sebagai cucu KH Hasyim Asy’ari, pendiri Nahdlatul Ulama (NU) sekaligus putra tokoh pesantren Tebuireng, KH Muhammad Yusuf Hasyim.
Adanya garis keturunan itu, Gus Irfan memiliki hubungan keluarga dengan Presiden RI ke-4 yakni, Abdurrahman Wahid atau yang akrab di sapa Gus Dur. Tumbuh di lingkungan dengan latar belakang pesantren yang kuat membuat sosoknya dikenal dekat dengan dunia pendidikan Islam sekaligus aktif di ranah sosial-keagamaan.
Pendidikan dan Disertasi tentang Pesantren di Malang
Perjalanan pendidikan Gus Irfan cukup panjang. Dia menamatkan sekolah menengah atas di SMPP Jombang (kini SMA Negeri 2 Jombang) pada 1981. Selanjutnya, dia kuliah di Universitas Brawijaya, Malang, hingga lulus sarjana (S1) pada 1985.
Pada 2000, dia kembali menempuh pendidikan pascasarjana di universitas yang sama dan meraih gelar magister (S2) pada 2002.

Baru-baru ini, pada 24 Februari 2025, Gus Irfan meraih gelar doktor (S3) bidang Manajemen Pendidikan Islam di Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang atau UIN Malang.
Dalam prosesnya, Gus Irfan menghasilkan disertasi berjudul “Kepemimpinan Transformasional KH. Muhammad Yusuf Hasyim dalam Melestarikan Tradisi Indonesia di Pesantren Tebuireng Kabupaten Jombang”.
Karir: Dari Pesantren hingga Pemerintahan
Sejak lama, Gus Irfan dikenal aktif di dunia pesantren dan pendidikan Islam. Dia pernah menjabat Sekretaris Umum Pesantren Tebuireng (1989–2006), kemudian menjadi pengasuh Pesantren Al-Farros (2006–2023).
Selain di pesantren, Gus Irfan juga terjun ke dunia politik. Dia bergabung dalam Tim Kampanye Nasional Prabowo Subianto-Sandiaga Uno pada Pilpres 2019 sebagai juru bicara. Pada Oktober 2024, dia sempat menjadi anggota DPR RI Fraksi Partai Gerindra, meskipun hanya sebentar sebelum dipanggil ke jajaran eksekutif.

Presiden Prabowo kemudian menunjuknya sebagai kepala Badan Penyelenggara Haji (BP Haji) pada 22 Oktober 2024.
Dari situ, Gus Irfan mendapat pengalaman langsung dalam pengelolaan ibadah haji skala nasional. Adapun, setelah BP Haji ditingkatkan menjadi kementerian, dia dipercaya sebagai menteri pertama yang memimpin Kementerian Haji dan Umrah untuk pertama kali.
Visi Transformasi Layanan Haji
Jauh sebelum resmi dilantik, dia sudah menyampaikan visi transformasi BP Haji menjadi kementerian. Dalam sebuah diskusi publik revisi UU No. 8/2019 di kantor DPP PKB, Jakarta, Rabu (19/02/2025).
Kala itu, dia menegaskan kesiapan lembaganya untuk berubah menjadi Kementerian Haji dan Umrah pada 2026.
Baca Juga: Prabowo Reshuffle Kabinet: Purbaya Gantikan Sri Mulyani Jadi Menkeu Baru
“Insyaa Allah kami siap menjadi Kementerian Haji dan Umrah RI pada 2026. Transformasi ini tentunya akan meningkatkan peran kami dalam memberikan pelayanan terbaik kepada jemaah haji Indonesia sesuai dengan amanah Presiden Prabowo,” ujar Gus Irfan, melansir dari haji.go.id.
Dia menambahkan, transformasi BP Haji bukan sekadar perubahan nama lembaga, melainkan memiliki dampak besar dengan rentang tanggung jawab yang semakin luas.
Kekayaan Gus Irfan: Rp16,26 Miliar
Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) per 29 Maret 2025, Gus Irfan tercatat memiliki total kekayaan sebesar Rp16,26 miliar. Kekayaan itu, meliputi:
- Tanah dan bangunan bernilai miliaran rupiah, sebagian besar berasal dari warisan di Jombang serta hasil sendiri di Jombang dan Surabaya.
- Kemudian, alat transportasi dan mesin senilai Rp505 juta, terdiri dari 1 unit Mitsubishi Pajero Sport (2021), 1 unit Honda Vario (2010), dan 1 unit Yamaha Mio (2008).
- Harta bergerak lainnya sebesar Rp70 juta. Sementara kas dan setara kas senilai Rp2,42 miliar. Menariknya, Gus Irfan melaporkan tidak memiliki utang alias nihil, sehingga kekayaannya tercatat bersih.
Untuk itu, sebagai cucu pendiri NU sekaligus pejabat publik dengan pengalaman di pendidikan dan pemerintahan, Gus Irfan membawa harapan besar. Hal ini akan menjadi penentu arah baru pelayanan ibadah haji di Indonesia.
Diketahui, pada reshuffle kali ini, Prabowo memberhentikan lima pejabat menteri dari Kabinet Merah Putih, yaitu Budi Gunawan (Menteri Koordinator Politik dan Keamanan); Sri Mulyani Indrawati (Menteri Keuangan); Abdul Kadir Karding (Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia); Budi Arie Setiadi (Menteri Koperasi); Dito Ariotedjo – Menteri Pemuda dan Olahraga.
Lima pejabat itu digantikan menteri baru yang dilantik ialah Purbaya Yudhi Sadewa (Menteri Keuangan); Mukhtaruddin (Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia); Ferry Joko Yuliantono (Menteri Koperasi); Muhammad Irfan Yusuf (Menteri Haji dan Umrah); dan Dahnil Anzar Simanjuntak (Wakil Menteri Haji dan Umrah).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Feni Yusnia
Editor: Dwi Lindawati








