H+7 Ramadhan, Harga Pakaian di Bojonegoro dan Lamongan Merangkak Naik - Tugujatim.id

H+7 Ramadhan, Harga Pakaian di Bojonegoro dan Lamongan Merangkak Naik

  • Bagikan
Para pedagang pakaian di Pasar Babat, Lamongan. (Foto: Mila Arinda/Tugu Jatim)
Para pedagang pakaian di Pasar Babat, Lamongan. (Foto: Mila Arinda/Tugu Jatim)

BOJONEGORO, Tugujatim.id – Bulan Ramadhan 1442 H atau Ramadhan 2021 sudah memasuki hari ke-7, hingga saat ini harga pakaian di pasaran terhitung mulai mengalami kenaikan.

Hal tersebut diungkapkan salah satu pedagang pakaian di Pasar Sumberrejo, Kabupaten Bojonegoro, Annah, ia mengatakan kenaikan tersebut mulai terjadi lantaran harga di pusat grosir juga mengalami kenaikan.

“Sudah naik, soalnya harga dari Surabaya (pusat grosir pakaian) sudah naik,” katanya kepada Tugu Jatim, Senin (19/04/2021).

Menurutnya, kenaikan harga tersebut disebabkan banyaknya permintaan konsumen jelang lebaran Idhul Fitri.

“Karena menjelang Idul Fitri, makanya harganya naik,” tambah perempuan 2 anak tersebut.

Annah sendiri saat ini dapat memperoleh kenaikan penjualan hingga 50%, yang sebelumnya hanya terjual 20 pakaian, kini ia bisa menjual 30 pakaian per hari.

Sementara itu ditemui ditempat terpisah, hal yang sama diungkapkan Ulfa, pedagang pakaian di Pasar Babat Lamongan ini juga mengaku mulai menaikan harga jualannya lantaran harga di grosiran naik dari Rp 5 ribu hingga Rp 10 ribu per potongnya.

Namun di Pasar Babat ini, Ulfa mengaku belum mengalami kenaikan penjualan akibat adanya pandemi Covid-19.

“Kalau sekarang masih dikatakan sama seperti hari-hari biasa, penjualan belum naik. Kalau dulu sebelum adanya Covid-19 ya bejubel (ramai), kalau sekarang lihat saja sepi seperti ini,” katanya.

Selain itu menurut Ulfa, larangan mudik yang diterapkan pemerintah menjadi alasan lain sepinya pembeli.

“Apalagi kalau sekarang ini kan ada larangan mudik, biasanya pendatang dari Kalimantan, dari Papua itu selalu ngeborong, kalau sekarang kan dilarang mudik,” tambahnya.

Ulfa berharap saat mendekati lebaran nanti, dagangannya bisa laris manis seperti sebelum adanya pandemi Covid-19.

“Mungkin nanti kalau H-7 lebaran itu biasanya naik (penjualan), ya semoga naik beneran aamiinn,” harapnya.

  • Bagikan