• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Hama tikus.

Kondisi tanaman jagung yang diserang hama tikus di Jubung, Kabupaten Jember. (Foto: Diki Febrianto/Tugu Jatim)

Hama Tikus Serang Tanaman Jagung di Jubung Jember, Petani Terancam Gagal Panen

Dwi Linda by Dwi Linda
2 years ago
in News
0
Share on FacebookShare on Twitter

JEMBER, Tugujatim.id – Hama tikus menyerang lahan pertanian di Desa Jubung, Kecamatan Sukorambi, Kabupaten Jember. Dari luas 4 hektare lahan tanaman jagung yang mendekati masa panen itu, setengahnya telah rusak akibat hama tikus.

Marjuki, salah seorang petani jagung yang terdampak mengatakan, hama tikus menyerang kebun miliknya sekitar akhir September 2024. Tikus-tikus itu menggerogoti biji jagung dan menyisakan bonggolnya saja.

You might also like

Pasar Gadang.

Pembangunan Pasar Gadang Malang Dinilai Lambat, Warga Khawatir Pedagang Kembali ke Pinggir Jalan

13/06/2026 6:08 PM
Pemkot Malang.

Harga Pertamax Naik, Pemkot Malang Lirik Kendaraan Listrik Tekan Anggaran

13/06/2026 5:25 PM

“Hingga saat ini dua hektare yang mengalami kerusakan parah, tikus memakan biji jagung dan tersisa bonggolnya saja,” ujar Marjuki saat ditemui Tugujatim.id pada Minggu sore (06/10/2024).

Baca Juga: Gresik United dan Persipura Jayapura Berbagi Poin, Laga Berakhir tanpa Gol di Tuban

Dia melanjutkan, tanaman jagung yang diserang hama tikus itu berusia 83 hari, hanya perlu menunggu sekitar 20 hari lagi untuk memanennya. Kejadian itu tentunya membuat para petani meradang. Tidak hanya satu petani yang mengalami nasib yang sama, tetapi beberapa petani yang memiliki lahan berdekatan.

Bahkan, petani kedelai yang berada di sekitar tanaman jagung juga mengalami nasib serupa.

“Ini pemilik kebun kedelai sudah menyemprot mati tanamnya karena sudah tidak yakin bisa panen,” ujar Marjuki saat melintas di antara kebun jagung dan kedelai.

Majuki menjelaskan, awal kejadian hama tikus menyerang lahan pertanian. Awal mula tikus-tikus itu menyerang tanaman kedelai. Setelah diketahui pemilik kebun kedelai, akhirnya dilakukan pembasmian dengan meracun tanaman. Upaya tersebut dilakukan dengan harapan hama tikus juga dapat dibasmi.

Alih-alih membasmi, hama tikus berubah haluan menyerang tanaman jagung. Setidaknya, sekitar dua hektare kebun jagung itu dihabisi hama tikus selama satu minggu saja. Karena itu, para petani termasuk Marjuki telah melakukan berbagai upaya untuk membasmi hama tikus.

Baca Juga: Persela Lamongan Bersemangat Hadapi Rans Nusantara di Laga Kandang, Siap Tampil Maksimal di Depan Suporter

Mulai dari memasang plastik di setiap buah jagung dan menggunakan Rodentisida racun asap sesuai dengan rekomendasi dinas pertanian. Di mana, cara kerja racun asap itu dengan cara dibakar, kemudian mengarahkan asap yang berbau menyengat ke dalam lubang tempat tinggal hama tikus.

Kendati demikian, Majuki mengaku cara tersebut kurang efisien. Sebab, racun yang disulut ke dalam lubang tidak serta merta langsung tertuju. Tapi, hama tikus masih bisa melalui lubang-lubang yang tersebar di bawah tanah.

Sementara itu, penggunaan plastik di setiap buah jagung dirasa kurang mengakomodasi dilakukan, mengingat lahannya terlalu luas.

“Sehingga ini yang diplastikin hanya yang di pinggir-pinggir saja sama yang dekat lubang tikus,” ujar Marjuki.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id

Writer: Mochamad Abdurrochim

Editor: Dwi Lindawati

Tags: Berita Kabupaten Jember hari iniHama tikus di JemberKabupaten Jember hari iniPetani jagung di JemberSerangan hama tikus
Dwi Linda

Dwi Linda

Related Stories

Pasar Gadang.

Pembangunan Pasar Gadang Malang Dinilai Lambat, Warga Khawatir Pedagang Kembali ke Pinggir Jalan

by Dwi Linda
13/06/2026 6:08 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Warga Kota Malang mulai mempertanyakan kelanjutan proyek penataan Pasar Induk Gadang setelah proses relokasi pedagang dilakukan sejak...

Pemkot Malang.

Harga Pertamax Naik, Pemkot Malang Lirik Kendaraan Listrik Tekan Anggaran

by Dwi Linda
13/06/2026 5:25 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) non subsidi mulai berdampak pada biaya operasional pemerintah daerah. Di tengah...

Cuaca di Jawa Timur.

Hujan Ringan dan Udara Kabur Dominasi Cuaca di Jawa Timur 13 Juni 2026, Waspadai Kelembapan Tinggi dan Jarak Pandang

by Dwi Linda
13/06/2026 8:58 AM
0

Tugujatim.id - Cuaca di Jawa Timur pada Sabtu (13/06/2026) didominasi hujan ringan, udara kabur, dan kondisi berawan di berbagai wilayah....

Santri

Terkendala Gelombang Tinggi, Pencarian Hari Kedua Santri Terseret Ombak di Blitar Nihil

by Mochamad Abdurrochim
12/06/2026 8:54 PM
0

BLITAR, Tugujatim.id - Operasi pencarian terhadap santri asal Kabupaten Kediri yang terseret ombak di Pantai Pangi, Desa Tumpakkepuh, Kecamatan Bakung,...

Next Post
Rans Nusantara FC.

Rans Nusantara FC Hari Ini Siap Menang di Kandang Persela Lamongan, Bermodal Strategi Tajam Incar Poin Maksimal

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID