• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Gubernur Jatim Khofifah. (Foto: kominfo.jatimprov.go.id/Tugu Jatim)

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat meninjau harga cabai di pasar tradisional. (Foto: kominfo.jatimprov.go.id)

Harga Cabai Makin Pedas! Gubernur Jatim Khofifah Beberkan Penyebabnya

Dwi Lindawati by Dwi Lindawati
4 years ago
in News
0
Share on FacebookShare on Twitter

TUBAN, Tugujatim.id – Harga cabai rawit semakin tak terbendung dan makin pedas karena melonjak setiap hari. Berdasarkan pantauan di Pasar Baru Tuban, Rabu (08/06/2022), kini sudah mencapai Rp90 ribu per kilo. Padahal sehari sebelumnya, Rp85 ribu, naik Rp5 ribu. Merespons hal itu, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa pun angkat bicara.

“Mundak maleh (naik lagi) jadi Rp90 ribu per kilo untuk rawit, cabai keriting masih Rp70 ribu,” ujar Rumiyatun, pedagang di Pasar Baru Tuban.

You might also like

Rumah doa.

DPRD Kabupaten Pasuruan Terima Aduan Warga Tolak Dugaan Rumah Doa Ilegal di Bangil

20/07/2026 9:04 PM
Piala Dunia 2026.

Spanyol Juara Piala Dunia 2026, Ribuan Warga Nobar di Sidoarjo Senang Berhadiah Umrah hingga Sepeda Gunung

20/07/2026 6:05 PM

Dia menuturkan, kondisi in sudah terjadi karena pasokan yang semakin menipis, meski barang masih ada di pasaran.

“Nggeh enten, tapi mboten katah (Ya ada, tapi tidak banyak, red),” terangnya.

Gubernur Jatim Khofifah. (Foto: Mochamad Abdurrochim/Tugu Jatim)
Ilustrasi cabai rawit di pasar. (Foto: Mochamad Abdurrochim/Tugu Jatim)

Sementara itu, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa merespons kondisi ini. Saat melakukan pengamatan di lapangan dan koordinasi dengan Asosiasi Petani Cabai Indonesia (APCI) di Kabupaten Kediri, dia mengatakan dua penyebab kenaikan harga cabai rawit.

Gubernur Jatim Khofifah melanjutkan, pertama karena tingginya curah hujan yang menimbulkan serangan penyakit pada tanaman. Hal ini berdampak pada penurunan produksi dan jadwal tanam cabai yang mengalami kemunduran. Di daerah dataran rendah, seharusnya penanaman cabai dilakukan April 2022.

“Namun karena curah hujan yang masih tinggi, akhirnya membuat berkurangnya luas tanam,” kata Gubernur Khofifah saat dilansir di website resmi Kominfo Jatim.

Tidak hanya ancaman hujan, penyebab kedua ialah serangan organisme pengganggu tanaman (OPT) terhadap komoditas cabai. Pada periode April di Jatim, Khofifah mengatakan, ada beberapa serangan. Yakni, hama lalat buah seluas 32,4 hektare; trips seluas 15,55 hektare; dan kutu kebul seluas 2,21 hektare.

Selain itu, ada penambahan serangan penyakit virus kuning seluas 34,03 hektare, Antraknose seluas 12,31 hektare, bercak daun seluas 8,4 hektare, dan layu fusarium 2,5 hektare.

Menurut dia, agar serangan OPT di beberapa lokasi sentra (daerah dataran tinggi) bisa dikendalikan, Pemprov Jatim menggunakan Agens Pengendali Hayati.

“Sekarang di beberapa lokasi sudah mulai tumbuh tunas baru sehingga diharapkan dapat membantu ketersediaan cabai rawit jelang Idul Adha,” ujarnya.

 

 

—
Terima kasih sudah membaca artikel kami. Ikuti media sosial kami yakni Instagram @tugujatim , Facebook Tugu Jatim , 
Youtube Tugu Jatim ID , dan Twitter @tugujatim

 

 

Tags: Berita cabai terkiniBerita harga cabaiBerita harga cabai naikberita Jatim hari iniberita Tuban hari iniCabai rawit di TubanGubernur Jatim KhofifahHarga Cabai Naik di Tubanharga cabai rawit di TubanHarga cabai terkiniHarga jual cabaiKhofifah Indar Parawansa
Dwi Lindawati

Dwi Lindawati

Related Stories

Rumah doa.

DPRD Kabupaten Pasuruan Terima Aduan Warga Tolak Dugaan Rumah Doa Ilegal di Bangil

by Dwi Linda
20/07/2026 9:04 PM
0

PASURUAN, Tugujatim.id - Perwakilan warga Lingkungan Sukalipura, Kelurahan Dermo, Kecamatan Bangil, mendatangi kantor DPRD Kabupaten Pasuruan untuk audiensi pada Senin...

Piala Dunia 2026.

Spanyol Juara Piala Dunia 2026, Ribuan Warga Nobar di Sidoarjo Senang Berhadiah Umrah hingga Sepeda Gunung

by Dwi Linda
20/07/2026 6:05 PM
0

SIDOARJO, Tugujatim.id – Ribuan warga memadati Jalan Cokronegoro di depan Pendopo Delta Wibawa, Kabupaten Sidoarjo, Senin dini hari (20/07/2026). Mereka...

Pungli.

Kasus Dugaan Pungli Sewa Lahan Pemkot Surabaya, LPMK Kalijudan Janji Kembalikan Uang Pedagang

by Dwi Linda
20/07/2026 5:18 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id - Kelurahan Kalijudan, Surabaya, menggelar pertemuan bersama LPMK Kalijudan dan para pedagang kali lima (PKL) terkait kasus pungutan...

Jembatan Sonokembang.

Jembatan Sonokembang Kota Malang Mulai Dibuka, Truk Tronton Bakal Dilarang Melintas

by Dwi Linda
20/07/2026 5:01 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Jembatan Sonokembang di Kota Malang, Jatim, kini mulai dibuka untuk masyarakat meski proses pembangunannya masih menyisakan tahap...

Next Post
Lagu BTS. (Foto: Twitter @BIGHIT_MUSIC/Tugu Jatim)

2 Lagu BTS di Album PROOF Tak Lulus Sensor TV, Ini Alasannya!

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID