Harga Daging Ayam Melejit di Kabupaten Kediri, Pedagang Mengeluh Untung Tipis

Harga Daging Ayam Melejit di Kabupaten Kediri, Pedagang Mengeluh Untung Tipis

  • Bagikan
Rusmini pedagang ayam di pasar Gurah, Kabupaten Kediri, tetep melayani pembeli meski harga ayam melejit.
Rusmini pedagang ayam di pasar Gurah, Kabupaten Kediri, tetep melayani pembeli meski harga ayam melejit. (Foto: Pipit Syahrodin/Tugu Jatim)

KEDIRI, Tugujatim.idHarga daging ayam di Pasar Gurah, Desa Gurah, Kecamatan Gurah, Kabupaten Kediri, melambung di harga Rp 37 ribu per kilogram. Padahal sebetulnya, harga daging ayam di pasaran masih Rp 34 ribu hingga Rp 35 ribu.

Anehnya, meski harga naik ternyata tidak membuat omzet pedangan naik. Seperti yang dialami oleh Rusmini (50) salah satu pedagang daging ayam di Pasar Gurah.

“Iya sekarang naik, tapi untungnya kecil kalau mahal begini,” tutur Rusmini saat ditemui di lapak jualannya, Jumat (31/12/2021).

Tingginya harga ayam berpengaruh pada stok yang dapat dia beli. Harga ayam yang masih belum dipotong sudah tinggi, sehingga dia  memilih mengurangi stok daging ayam yang dijual.

“Tidak kuat ambil banyak, ayam hidup aja sekarang sudah Rp 35 ribu,” keluhnya.

Sebelumnya, dalam dalam sehari Rusmini dapat menjual daging ayam 40 hingga 50 kilogram. Namun, saat ini hanya menjual 30 kilogram saja.

Da menyebut bahwa kenaikan tersebut disebabkan banyak ayam yang dikirim ke luar daerah sehingga Kediri pasokannya berkurang. Selain itu, hari Natal dan Tahun Baru membuat harga semakin melambung.

“Hari raya Natal pembeli banyak, tapi pasokan di Kediri kurang,” tambahnya.

Wanita yang sudah 22 tahun berdagang daging ayam tersebut berharap harga kembali normal, sehingga penjualannya dapat kembali normal.

“Meskipun pembeli meningkat karena hari Natal dan Tahun Baru. Tapi barang yang dijual sedikit,” tutupnya.

  • Bagikan