• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Perajin tempe. (Foto: Siti Ayu Devina/Tugu Jatim)

KOPTTI Wahyu Satria di Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, Sabtu (26/02/2022). (Foto: Siti Ayu Devina/Tugu Jatim)

Harga Kedelai Impor Melonjak, KOPTTI Wahyu Satria Pakis Malang: Banyak Perajin Tempe Berhenti Produksi

Dwi Lindawati by Dwi Lindawati
4 years ago
in News
0
Share on FacebookShare on Twitter

MALANG, Tugujatim.id – Harga kedelai impor yang semakin naik sejak Februari 2022, membuat para perajin tempe dan olahan lainnya terpukul dengan kondisi tersebut. Akibatnya, mereka hingga berhenti berproduksi untuk sementara waktu. Salah satunya seperti yang terjadi pada perajin tempe di Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang. Kenapa hal itu sampai terjadi?

Tentu saja hal ini terjadi karena perajin tempe semakin kesulitan untuk menyeimbangkan modal dan daya jual tempe karena harga kedelai yang melambung.

You might also like

DPRD Kota Malang

DPRD Kota Malang Klaim Sudah Kirim Aspirasi Mahasiswa ke Pusat, Respons Tuntutan Penghentian MBG di Demo Rabu, Berbeda!

17/06/2026 11:17 PM
IJTI

Mohamad Mahrus Terpilih Aklamasi Pimpin IJTI Pantura Raya Periode 2026-2029

17/06/2026 10:58 PM

Salah satu anggota Karyawan Administrasi Koperasi Produsen Tahu dan Tempe Indonesia (KOPTTI) Pakis Kabupaten Malang Atik menyampaikan, sebanyak 358 anggotanya yang berada di Kabupaten Malang merasakan dampak yang besar dengan kenaikan harga kedelai tersebut.

“Hampir setengah perajin tempe yang berhenti produksi. Tapi, untuk spesifik jumlahnya saya tidak tahu karena ketua KOPTTI sendiri sedang sakit. Jadi, saya tidak bisa menyebutkan berapa jumlah perajin yang berhenti produkso. Kami saja baru mau mengadakan rapat terkait hal itu,” ujarnya pada Sabtu (26/02/2022).

Dia mengungkapkan, tak jarang perajin tempe dan tahu yang berada di daerah tersebut mengeluh dengan kenaikan harga kedelai. Jadi ada beberapa perajin yang memilih untuk menunggu agar harga kedelai stabil kembali untuk melakukan produksi.

“Saya sempat berkunjung ke beberapa perajin tempe dan tahu. Saya pun bertanya kenapa kok nggak jualan, mereka jawabnya ya karena harga kedelai naik. Tapi, beberapa perajin itu kalau ada modal, ya jualan. Kalau nggak ada, ya mereka berhenti,” ungkap karyawan yang telah bekerja selama 25 tahun tersebut.

Karyawan yang berasal dari Tulungagung dan menetap di daerah Pakis itu menyampaikan, KOPTTI tidak bisa mengendalikan naik turunnya harga kedelai, maka harus ada campur tangan pemerintah yang mengatasinya. Sedangkan bagi para perajin, dia harap agar bisa memahami kondisi dan menghadapi kenaikan harga kedelai secara bijak.

“Dari sisi perajin memang seharusnya bisa kompak. Misalkan harganya dinaikkan, maka harus naik semua juga agar paling tidak mendapatkan modal dan tidak rugi, atau bisa mengubah ukuran tempe,” ujarnya.

Tags: Harga kedelai impor naikharga kedelai naikKabupaten MalangKOPTTI Wahyu SatriaKOPTTI Wahyu Satria Pakis MalangPerajin tahuPerajin tempe
Dwi Lindawati

Dwi Lindawati

Related Stories

DPRD Kota Malang

DPRD Kota Malang Klaim Sudah Kirim Aspirasi Mahasiswa ke Pusat, Respons Tuntutan Penghentian MBG di Demo Rabu, Berbeda!

by Mochamad Abdurrochim
17/06/2026 11:17 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – DPRD Kota Malang mengklaim telah meneruskan aspirasi mahasiswa yang disampaikan dalam aksi #IndonesiaGawatDarurat pada 15 Juni 2026...

IJTI

Mohamad Mahrus Terpilih Aklamasi Pimpin IJTI Pantura Raya Periode 2026-2029

by Mochamad Abdurrochim
17/06/2026 10:58 PM
0

TUBAN, Tugujatim.id – Mohamad Mahrus terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Korda Pantura Raya periode 2026-2029...

Malang

Donatur Kolektif Kembali Buka Posko Logistik di Aksi DPRD Kota Malang, Angkat Pesan ‘Makanan Beneran Gratis’

by Mochamad Abdurrochim
17/06/2026 9:47 PM
0

MALANG, Tugujatim.id - Komunitas Donatur Kolektif kembali membuka posko logistik untuk mendukung peserta aksi yang digelar di depan Gedung DPRD...

Surabaya

Di Tengah Aksi Demonstrasi Mahasiswa di Surabaya, Pedagang Minuman dan Es Raup Berkah

by Mochamad Abdurrochim
17/06/2026 7:36 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id – Aksi demonstrasi yang digelar Aliansi BEM Surabaya (ABS) di depan Gedung Negara Grahadi Surabaya, Rabu (17/06/2026), tidak...

Next Post
HP Android. (Foto: Pexels/Tugu Jatim)

Keistimewaan HP Android Punya Aplikasi Content Writing? Apa Saja sih!

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID