• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Savero Karamiveta Dwipayana memaparkan materi di hadapan mahasiswa Universitas Ma Chung, Kamis (25/11/2021). (Foto: Dokumen)

Savero Karamiveta Dwipayana memaparkan materi di hadapan mahasiswa Universitas Ma Chung, Kamis (25/11/2021). (Foto: Dokumen)

Hari Guru Nasional, Dua Jurnalis Tugu Media Group Ngajar di Universitas Ma Chung

Herlianto A by Herlianto A
5 years ago
in News
0
Share on FacebookShare on Twitter

MALANG, Tugujatim.id – Memperingari Hari Guru Nasional (HGN) dua jurnalis Tugu Media Group (TMG) ngajar di Universitas Ma Chung, Kamis (25/2021). Dua jurnalis tersebut adalah Savero Karamiveta Dwipayana, dari Tugujatim.id dan Herlianto. A dari Tugujatim.id.

Dua wartawan itu mengikuti program Jurnalis Mengajar yang diselenggarakan oleh Tugu Media Group. Tema yang diangkat dalam acara itu adalah Melawan Hoaks Mencerdaskan Bangsa.

You might also like

Jawa Timur.

Kabut dan Udara Kabur Mendominasi, Waspadai Jarak Pandang di Jawa Timur 4 Juni 2026

04/06/2026 8:23 AM
BGN

Eks Kepala BGN Jadi Tersangka Korupsi MBG, Dugaan Modus hingga Harta Kekayaan Dadan Hindayana Terkuak

03/06/2026 10:41 PM

Savero memaparkan data-data hoaks yang beredar selama beberapa bulan terakhir, terutama selama masa pandemi Covid-19.

“Selama Pandemi ini, total ada 1999 hoaks yang dicatat oleh kementerian komunikasi dan informasi, angka yang sangat luar biasa,” terang pemuda yang juga salah satu tim komunikasi publik PCPEN-Kominfo tersebut dalam presentasinya.

Dia juga menjelaskan mengapa hoaks dipercaya di kalangan masyarakat. Menurutnya, ada beberapa faktor, mulai dari adanya iming-iming pahala, hingga terlalu mudah peercaya.

“Kadang di group WA keluarga, di medsos atau melalui bisik-bisik tetangga. Itu yang kadang membuat kita mudah percaya,” kata pemuda asal Bogor tersebut.

Para peserta yang berasal dari sebagian mahasiswa anggatan 2020 Universitas Ma Chung terlihat menyimak apa yang disampaikan Saviro.

Sementara Herlianto. A lebih banyak bercerita pengalamannya sebagai wartawan. Menurutnya, berita yang hadir media online tidak serta-serta hadir, melainkan melalui suatu proses. Di antaranya, pengumpulan data oleh wartawan, dikirim ke meja redaksi, dan baru kemudian diupload.

27549a97 6751 4750 af77 9289a87d856e
Herlianto menyampaikan materinya di hadapan mahasiswa Universitas Ma Chung. (Foto: Dokumen)

“Redaktur bisanya melakukan revising dan editing, termasuk ikut mengecek kepastian berita,” kata pria alumni Universitas Islam Malang tersebut.

Jadi dengan demikian, berita tidak langsung diposting begitu. Ada proses. Inilah yang membedakan media online dengan media sosial yang kadang tidak jelas verifikasinya.

“Hukum besi berita itu adalah fakta. Tidak boleh berita ditulis berdasarkan isu yang bersifat katanya,” kata dia.

Di akhir sesinya, Herlianto memberikan kenang-kenangan berupa buku yang ditulisnya sendiri berjudul “Pergulatan Politik Mahasiswa” pada dua mahasiswa yang bertanya.

56b26b91 7b2a 4326 9d00 66fa79917974
Herlianto memberikan kenang-kenangan pada mahasiswa Universitas Ma Chung. (Foto: Dokumen)

Turut hadir dalam acara tersebut Wawan Eko Yulianto, Kaprodi Sastra Inggris Universitas Ma Chung, dan Gigih Devy Rosalindah, Kasubag Bagian Kemahasiswaan dan Alumni.

Wawan menyampaikan terimkasih karena dua wartawan tersebut telah bersedia berbagi dengan para mahasiswa yang memang baru kali ini datang langsung ke kampus.

“Kami sebelumnya hanya bertemu di online, tetapi kali ini kita bertemu langsung sekaligus berbicara soal hoaks bersama jurnalis,” kata dia.

Sementara itu, Gigih Devy Rosalindah sempat memberikan pertanyaan soal penggunaan judul berita yang kadang klik bait. Judul yang tidak sesuai dengan isinya.

“Saya ingin sharing aja, mengapa ada judul berita yang klik bait,” katanya.

Pertanyaan ini dijawab oleh Herlianto bahwa sebetulnya klik bait dapat merusak retensi viewer dari media tersebut. Karena pembaca akan kecewa dan tidak akan kembali ke media tersebut.

Devy sangat terkesan dalam diskusi itu, dia memiliki beberapa pertanyaan yang ingin didiskusikan di beberapa kesempatan lain.

Tags: Hari Guru NasionalJurnalis Mengajar MalangTugu Media GroupUniversitas Ma Chung
Herlianto A

Herlianto A

Related Stories

Jawa Timur.

Kabut dan Udara Kabur Mendominasi, Waspadai Jarak Pandang di Jawa Timur 4 Juni 2026

by Dwi Linda
04/06/2026 8:23 AM
0

Tugujatim.id - Prakiraan cuaca Jawa Timur untuk Kamis (04/06/2026) menunjukkan dominasi kabut, udara kabur, dan kondisi berawan di banyak wilayah,...

BGN

Eks Kepala BGN Jadi Tersangka Korupsi MBG, Dugaan Modus hingga Harta Kekayaan Dadan Hindayana Terkuak

by Mochamad Abdurrochim
03/06/2026 10:41 PM
0

Tugujatim.id - Mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, resmi ditahan Kejaksaan Agung (Kejagung) setelah ditetapkan sebagai tersangka kasus...

Bawang Merah

Harga Bawang Merah di Probolinggo Tembus Rp65 Ribu, Dipicu Permintaan Iduladha

by Mochamad Abdurrochim
03/06/2026 8:13 PM
0

PROBOLINGGO, Tugujatim.id - Harga bawang merah di Kabupaten Probolinggo masih bertahan tinggi usai Hari Raya Iduladha 2026. Di sejumlah pasar...

Semeru

Pendaki Semeru Terjatuh Saat Lewat Jalur Ilegal, Evakuasi Terkendala Medan Curam

by Mochamad Abdurrochim
03/06/2026 6:15 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Pendaki Semeru kembali memakan korban. Seorang pendaki dilaporkan terjatuh di lereng Gunung Semeru usai nekat melintas melalui...

Next Post
Ilustrasi kakek hanyut terseret banjir

Kakek Hanyut Terseret Banjir di Pasrepan, Kabupaten Pasuruan Belum Ditemukan

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID