MOJOKERTO, Tugujatim.id – Hari ini, Jumat (5/5/2023) menjadi hari terakhir pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BPIH) 2023. Namun, dari kuota 1.387 calon jemaah haji (CJH) Kabupaten Mojokerto untuk 2023, tercatat baru 948 CJH yang sudah melakukan pelunasan biaya. Artinya, baru 68 persen CJH Kabupaten Mojokerto melunasi BPIH 2023.
“Data terakhir kami menyebutkan ada 948 calon jemaah yang sudah melakukan pelunasan. Masih kami tunggu sampai hari terakhir,” kata Kasi Penyelenggara Haji dan Umroh (PHU) Kemenag Mojokerto, M Zainut Tamam, pada Jumat (5/5/2023).
Melonjaknya BPIH 2023 disinyalir menjadi sebab CJH maju mundur ketika ingin melakukan pelunasan. Apalagi kenaikan BPIH 2023 begitu tinggi, jauh dari perkiraan CJH yang akan berangkat. “Memang untuk tahun 2023 naiknya begitu tinggi, jauh dari perkiraan calon jemaah yang akan berangkat,” imbuh Tamam.
Namun, beberapa CJH lain juga beralasan faktor ekonomi pasca pandemi Covid-19 menjadi sebab belum melakukan pelunasan. Selain itu, terdapat pula CJH yang meninggal dunia dan belum ada ahli waris pengganti sehingga keluarga yang ditinggalkan memutuskan untuk menunda pemberangkatan.
Karena Kabupaten Mojokerto termasuk dalam embarkasi Surabaya, CJH nantinya dijadwalkan masuk Asrama Haji Sukolilo Surabaya, pada 23 Mei 2023 mendatang.
Kemudian, jadwal penerbangan perdana ke Baitullah diperkirakan berangkat pada 24 Mei 2023. Namun, menurut Tamam, jadwal ini bisa saja dimajukan. Hal tersebut tergantung dari persiapan kloter kabupaten atau kota lainnya.
Namun, sebelum masuk Asrama Haji Sukolilo Surabaya, terlebih dahulu CJH Kabupaten Mojokerto akan diberikan bimbingan berupa manasik haji. Pelaksanaan manasik haji untuk Kabupaten Mojokerto sendiri rencananya akan dimulai pada 10-11 Mei 2023 mendatang.
Pelaksanaan manasik ini bertujuan memberi pemahaman maksimal, khususnya kepada CJH yang baru pertama kali melaksanakan ibadah haji.
Manasik pertama nanti akan dilangsungkan di komplek Masjid Ar Roudloh IPHI Kabupaten Mojokerto, Jalan Raya Jabon, Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto. Manasik untuk tingkat kabupaten sendiri berlangsung sebanyak dua kali dan manasik tingkat kecamatan sebanyak enam kali.
“Insyaallah manasik akan kami mulai pekan depan. Hal itu untuk memberi pemahaman, khususnya bagi yang baru pertama kali naik haji,” pungkasnya.








