Hasilkan Penyu dari Inkubator, Mahasiswa Kedokteran Hewan Unair Lepas Tukik di Laut Banyuwangi

Hasilkan Penyu dari Inkubator, Mahasiswa Kedokteran Hewan Unair Lepas Tukik di Laut Banyuwangi

  • Bagikan
Pelepasan Tukik oleh Mahasiswa Sikia Unair, Prof. Soetojo serta jajaran Universitas Airlangga Surabaya.
Pelepasan Tukik oleh Mahasiswa Sikia Unair, Prof. Soetojo serta jajaran Universitas Airlangga Surabaya. (Foto: Dokumen/Humas Unair)

SURABAYA, Tugujatim.id – Divisi Wild and Domestic Animal Care Himpunan Mahasiswa Kedokteran Hewan (HMKH), Sekolah Ilmu Kesehatan dan Ilmu Alam (SIKIA) Universitas Airlangga melakukan upaya pelestarian populasi penyu di laut dari ancaman kepunahan. Mereka melepas liarkan 42 ekor tukik di pantai Cemara, Banyuwangi.

Tukik tersebut merupakan hasil dari penetasan pada inkubator Intan Box kreasi dosen Sekolah Ilmu Kesehatan dan Ilmu Alam (SIKIA) Unair yang bekerja sama dengan Banyuwangi Sea Turtle Foundation (BSTF), Dinas Lingkungan Hidup, dan BCA.

Aldi Gusnizar Tanjung, Ketua Pelaksana Kegiatan tersebut berharap, kegiatan itu dapat mendukung upaya konservasi penyu di daerah Banyuwangi.

Selain itu Aldi berharap bisa lebih menggali informasi soal ekosistem penyu di Banyuwangi. Sekaligus meningkatkan kepekaan mahasiswa untuk melihat peluang kerja di bidang satwa akuatik.

“Semoga teman-teman mahasiswa bisa dapat lebih tahu mengenai kegiatan konservasi penyu di Banyuwangi. Sekaligus menggali minat kerja dalam satwa akuatik,” kata Aldi dilansir dari siaran persnya pada Selasa (21/6/2022)

Mahasiswa kedokteran hewan angkatan 2021 tersebut menuturkan aktivitas lingkungan tersebut dapat meningkatan pengetahuan dan kepedulian terkait dengan konservasi penyu saat ini. Kemudian, kedepannya bisa menjadi fasilitator informasi bagi masyarakat secara luas.

“Mahasiswa Kedokteran Hewan SIKIA dapat menjadi agent of change dan sarana informasi untuk masyarakat terutama di daerah pesisir,” tutur Aldi.

Pelepas liaran yang diadakan oleh HMKH juga turut dihadiri oleh Prof. Soetojo Direktur SIKIA dan Dr. Rahardian Indarto Susilo Wakil Direktur Bidang Akademik, serta jajaran dosen dan tenaga kependidikan.

Dalam sambutannya, Soetojo menyebut kegiatan konservasi alam itu diharapkan bisa menyelamatkan populasi penyu di masa depan. Terutama yang bertelur di Pantai Cemara, Banyuwangi.

“ini merupakan hasil dari penetasan telur penyu dari SIKIA. Ke depannya semoga dapat menyelamatkan populasi penyu dan dapat meningkatkan angka penetasan lewat Intans Box,” katanya.

Selain kegiatan pelepasan, dilaksanakan juga kegiatan kelas akuatik. Yaitu, kegiatan pemberian materi terkait konservasi penyu oleh Rahman Wahyu Saksono selaku relawan Basic Safety Training Fishieries (BSTF) dan dimoderatori oleh Aditya Yudhana, serta kegiatan forum group discussion (FGD) secara berkelompok dalam memperluas pengetahuan mahasiswa terkait upaya konservasi penyu.

 


Terima kasih sudah membaca artikel kami. Ikuti media sosial kami yakni Instagram @tugujatim , Facebook Tugu Jatim
Youtube Tugu Jatim ID , dan Twitter @tugujatim

 

 

  • Bagikan