• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Ketupat.

Ilustrasi ketupat, salah satu makanan khas yang dibuat saat Lebaran. (Foto: Mochamad Abdurrochim/Tugu Jatim)

Hidangan Ketupat Khas Lebaran, Mengungkap Sejarah dari Masa Kerajaan Kuno hingga Islam di Indonesia

Dwi Linda by Dwi Linda
2 years ago
in News
0
Share on FacebookShare on Twitter

JEMBER, Tugujatim.id – Ketupat menjadi makanan khas bagi masyarakat muslim di Indonesia saat Hari Raya Idulfitri atau Lebaran. Makanan ini terbuat dari beras yang dibungkus dengan anyaman janur kuning menjadi sajian yang dihidangkan bersama dengan berbagai makanan pelengkap, seperti opor ayam, sate, dan masih banyak lauk pauk-pauk, yang cocok dimakan bersama dengan ketupat.

Kebiasaan membuat ketupat saat Lebaran ini melahirkan tradisi yang disebut dengan “Lebaran ketupat” atau “Lebaran kecil”. Lebaran ketupat biasanya berlangsung setelah tujuh hari perayaan Idulfitri. Tradisi yang masih eksis hingga saat ini, tidak terlepas dari sejarah Islam di masa Kerajaan Demak.

You might also like

Pasar Gadang.

Pembangunan Pasar Gadang Malang Dinilai Lambat, Warga Khawatir Pedagang Kembali ke Pinggir Jalan

13/06/2026 6:08 PM
Pemkot Malang.

Harga Pertamax Naik, Pemkot Malang Lirik Kendaraan Listrik Tekan Anggaran

13/06/2026 5:25 PM

Melansir dari laman NU Online, ketupat menjadi simbol perayaan hari raya Islam di masa Kerajaan Demak yang saat itu dipimpin oleh Raden Patah pada abad ke-15. Anyaman daun kelapa yang digunakan untuk membuat ketupat merupakan identitas khas masyarakat pesisir yang banyak ditemui pada pohon kelapa.

Baca Juga: Smartphone Realme C55 Bertenaga Android 13: Ponsel Pintar Ergonomis Harga 2 Jutaan dengan Prosesor MediaTek Helio G88

Bagi masyarakat pesisir, ketupat dijadikan makanan saat petani melakukan tradisi Selametan kepada “Dewi Kemakmuran” yang berlangsung setelah panen. Tradisi tersebut ditunjukkan kepada Dewi Sri yang merupakan sosok penting bagi masyarakat agraris.

Dewi Sri dimuliakan oleh masyarakat sejak masa kerajaan kuno, seperti Kerajaan Padjajaran dan Majapahit, yang semakin eksis hingga kerajaan Islam di Indonesia. Pada masa Kerajaan Mataram Islam dan Kerajaan Demak, tradisi menyajikan ketupat terlihat melalui berbagai tradisi yang berlangsung.

Ketupat menjadi sajian penting saat perayaan, seperti Selametan (Sekaten) atau Grebeg Mulud yang diperingati berbarengan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, khususnya di lingkungan Keraton Yogyakarta, Surakarta, dan Cirebon.

Karena itu, ketupat yang awal mulanya menjadi makanan khas pesisir inilah, kemudian digunakan oleh Sunan Kalijaga sebagai media dakwah dalam menyebarkan Islam. Semakin populer keberadaannya, saat Sunan Kalijaga menggunakan simbol ketupat saat Lebaran.

Baca Juga: Review Laptop Acer Nitro V Intel Core i5 Tipe 15 (ANV15-51) RTX2050: Performa 8 X Lebih Cepat Transfer Data, Pengalaman Gaming Memukau

Tidak hanya di Islam, tradisi menyajikan ketupat juga dilakukan oleh beberapa masyarakat di Ubud, Bali, dimana mayoritas warganya memeluk agama Hindu. Hal tersebut menunjukkan eksistensi ketupat sebagai makanan khas Nusantara yang masih tersaji melalui upacara-upacara seperti Hindu maupun kepercayaan lokal lainnya.

Seiring berjalannya waktu, ketupat tidak hanya sekadar identik dengan kehidupan masyarakat di Pulau Jawa, melainkan telah dikenal di berbagai daerah di Indonesia. Terlihat dari beberapa makanan khas daerah di Indonesia, yang menjadikan ketupat sebagai makanan pelengkap hidangan khas dari masing-masing daerah.

Di Makassar, ketupat disajikan dengan makanan khas daerah tersebut, yaitu Coto Makassar. Sedangkan di Padang, ketupat disandingkan dengan Sate Padang, di Cirebon ketupat dimakan dengan Doclang, dan di Cibinong biasanya ketupat disajikan bersama Laksa.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id

Writer: Diki Febrianto

Editor: Dwi Lindawati

Tags: Ketupat adalahLebaran ketupat di IndonesiaPasca Idulfitri 2024Sejarah Lebaran Ketupat
Dwi Linda

Dwi Linda

Related Stories

Pasar Gadang.

Pembangunan Pasar Gadang Malang Dinilai Lambat, Warga Khawatir Pedagang Kembali ke Pinggir Jalan

by Dwi Linda
13/06/2026 6:08 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Warga Kota Malang mulai mempertanyakan kelanjutan proyek penataan Pasar Induk Gadang setelah proses relokasi pedagang dilakukan sejak...

Pemkot Malang.

Harga Pertamax Naik, Pemkot Malang Lirik Kendaraan Listrik Tekan Anggaran

by Dwi Linda
13/06/2026 5:25 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) non subsidi mulai berdampak pada biaya operasional pemerintah daerah. Di tengah...

Cuaca di Jawa Timur.

Hujan Ringan dan Udara Kabur Dominasi Cuaca di Jawa Timur 13 Juni 2026, Waspadai Kelembapan Tinggi dan Jarak Pandang

by Dwi Linda
13/06/2026 8:58 AM
0

Tugujatim.id - Cuaca di Jawa Timur pada Sabtu (13/06/2026) didominasi hujan ringan, udara kabur, dan kondisi berawan di berbagai wilayah....

Santri

Terkendala Gelombang Tinggi, Pencarian Hari Kedua Santri Terseret Ombak di Blitar Nihil

by Mochamad Abdurrochim
12/06/2026 8:54 PM
0

BLITAR, Tugujatim.id - Operasi pencarian terhadap santri asal Kabupaten Kediri yang terseret ombak di Pantai Pangi, Desa Tumpakkepuh, Kecamatan Bakung,...

Next Post
Harga emas.

Harga Emas Hari Ini Masih Tertinggi Sepanjang Sejarah, Naik Melesat Rp1,3 Juta Lebih Diduga Akibat Konflik Timur Tengah Memanas

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID