• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Filosofi Teras

Buku Filosofi Teras karya Henry Manampiring yang mengajarkan stoikisme. Poto by pinterest

Hidup Anti Ribet dengan Ajaran Stoikisme dalam Buku Filosofi Teras

Darmadi Sasongko by Darmadi Sasongko
11 months ago
in Featured
0
Share on FacebookShare on Twitter

Tugujatim.id – Hidup yang kita jalani terasa ribet dan melelahkan? Buku Filosofi Teras memperkenalkan ajaran Stoikisme, sebuah aliran filsafat kuno yang ternyata masih sangat relevan. Alih-alih mengajak kita lari dari masalah, buku ini mengajarkan cara menghadapi hidup dengan hati yang lapang dan kepala dingin.

Inti dari ajarannya terletak pada konsep Dikotomi Kendali, yaitu membagi segala sesuatu dalam hidup menjadi dua kategori besar: hal-hal yang bisa kita kendalikan dan hal-hal yang tidak bisa.Fokus pada yang Bisa Dikendalikan

You might also like

Teras Semeru.

Mengenal Muhammad Syafi’i, Santri Sukses Berdayakan Warga Kampung berkat Rumah Makan Teras Semeru Lumajang yang Viral

06/07/2026 5:13 PM
Blitar

Kisah Anak Buruh Setrika di Kota Blitar Menjemput Asa Lewat Sekolah Rakyat

26/06/2026 10:54 PM

Menurut buku ini, sumber utama keresahan kita sering kali berasal dari hal-hal di luar kendali, seperti opini orang lain, cuaca, atau kemacetan. Kunci untuk hidup anti ribet adalah dengan memfokuskan energi kita sepenuhnya pada apa yang bisa kita kendalikan pikiran, sikap, dan tindakan kita sendiri.

Henry Manampiring dengan jelas menunjukkan bahwa ketenangan batin dapat dicapai dengan cara melepaskan beban pikiran yang tidak perlu. “Jika sesuatu tidak ada dalam kendali kita, mengapa kita mesti pusing memikirkannya?” Tulis Henry Manampiring dalam bukunya, seolah mengingatkan kita untuk lebih bijak dalam menyalurkan energi.

Dengan mempraktikkan Dikotomi Kendali, kita dilatih untuk fokus pada respons kita terhadap suatu kejadian, bukan pada kejadian itu sendiri. Misalnya, kita tidak bisa mengendalikan kemacetan, tetapi kita bisa mengendalikan sikap kita menghadapinya apakah kita akan marah-marah atau memilih untuk mendengarkan podcast favorit. Transformasi fokus ini adalah langkah pertama menuju hidup yang lebih tenang dan anti ribet.

Lebih dari sekadar dikotomi kendali, buku “Filosofi Teras” juga menyoroti pentingnya Virtue (Kebajikan). Kebajikan di sini bukanlah tentang menjadi sempurna, melainkan tentang terus-menerus mengembangkan karakter yang baik. Empat kebajikan utama yang diajarkan dalam Stoikisme adalah kebijaksanaan, keadilan, keberanian, dan pengendalian diri. Dengan melatih keempatnya, kita akan lebih siap menghadapi tantangan hidup dengan kepala tegak.

Pada akhirnya, “Filosofi Teras” memberikan sebuah perspektif yang menyegarkan: bahwa hidup tidak harus selalu rumit. Dengan memahami dan menerapkan prinsip-prinsip sederhana ini, kita dapat menemukan kedamaian batin di tengah hiruk pikuk kehidupan sehari-hari.

Buku ini mengajak kita untuk kembali kepada diri sendiri, mengambil kendali atas apa yang memang seharusnya kita kendalikan, dan melepaskan beban yang tidak perlu.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id

 

Reporter: Novia Hilmiasari/ Magang

Editor: Darmadi Sasongko

Tags: Magang Universitas Abdul Chalim Mojokertoresensi bukuStoikisme
Darmadi Sasongko

Darmadi Sasongko

Related Stories

Teras Semeru.

Mengenal Muhammad Syafi’i, Santri Sukses Berdayakan Warga Kampung berkat Rumah Makan Teras Semeru Lumajang yang Viral

by Dwi Linda
06/07/2026 5:13 PM
0

LUMAJANG, Tugujatim.id – Di balik meroketnya angka kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) di Kabupaten Lumajang selama libur Lebaran 2026, ada satu...

Blitar

Kisah Anak Buruh Setrika di Kota Blitar Menjemput Asa Lewat Sekolah Rakyat

by Mochamad Abdurrochim
26/06/2026 10:54 PM
0

"Sedih rasanya melihat teman-teman lain berseragam. Tapi saya harus sabar, menepi dulu demi bantu orang tua. Saya jualan es teh....

Sekolah Rakyat.

Menolak Padam, Asa Baru Silvia dan “The Invisible People” dari Bangku Sekolah Rakyat

by Dwi Linda
26/06/2026 5:47 PM
0

"Ada banyak pahlawan dalam kamus hidup Silvia Putri Cahyani, pelajar 14 tahun di Kota Batu, Jawa Timur. Paman dan bibinya,...

Bupati Sidoarjo.

Terharu! Bocah Usia 7 Tahun Luka Bakar 46 Persen, Bupati Sidoarjo Subandi Siapkan Pengobatan hingga Pekerjaan untuk sang Ayah

by Dwi Linda
16/06/2026 9:24 PM
0

SIDOARJO, Tugujatim.id – Bupati Sidoarjo H. Subandi menjenguk Izzan, 7, bocah yang mengalami luka bakar hingga 46 persen dan kini...

Next Post
Malang.

Memperkokoh Kebersamaan untuk Malang yang Lebih Harmonis

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID