• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Malang.

Deklarasi Damai Forkopimda dan Elemen Masyarakat Kota Malang. (Foto: dok Istimewa)

Memperkokoh Kebersamaan untuk Malang yang Lebih Harmonis

Dwi Linda by Dwi Linda
9 months ago
in Opini
0
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Ahmad Fuad Rahman, Ketua Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Kota Malang

Tugujatim.id – Sebagai kota yang dikenal dengan sebutan Bumi Arema, Malang selalu menjadi tempat bernaung bagi beragam suku, budaya, dan agama. Keberagaman ini adalah kekayaan terbesar kita, fondasi yang telah menjadikan Malang sebagai kota yang damai dan toleran. Namun, menjaga harmoni bukanlah pekerjaan satu-dua orang, melainkan tanggung jawab kita bersama.

Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Kota Malang hadir sebagai wadah yang menjembatani berbagai elemen masyarakat. Kami berupaya memastikan setiap perbedaan yang ada justru menjadi kekuatan untuk membangun, bukan memecah belah. Kami meyakini melalui dialog dan kolaborasi, setiap potensi gesekan sosial bisa diredam sebelum menjadi masalah besar.

You might also like

Gus Yahya.

Menakar Dua Periode Gus Yahya: Mungkinkah?

30/05/2026 8:27 PM
Tasyakuran 50 tahun pernikahan

Tasyakuran 50 Tahun Pernikahan Surya Burhanuddin dan Sjenny Jamain, Penuh Kesan dan Menginspirasi

03/05/2026 7:42 PM

Dalam kesempatan ini, saya ingin menyampaikan beberapa hal yang menjadi fokus dan rekomendasi kami kepada seluruh pihak, terutama kepada Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Malang.

Poin Penting untuk Malang yang Lebih Damai

1. Mengamalkan Deklarasi Damai yang Telah Kita Sepakati

Beberapa waktu lalu, kita bersama-sama mengucapkan Deklarasi Damai Kota Malang. Ini bukan sekadar seremoni, melainkan sebuah komitmen kolektif.

FPK merekomendasikan agar poin-poin dalam deklarasi ini tidak berhenti di atas kertas. Kita perlu menerjemahkannya menjadi program-program nyata yang bisa dirasakan oleh masyarakat, mulai dari tingkat kelurahan hingga kota. Forkopimda dapat bekerja sama dengan FPK untuk menyusun rencana aksi yang terukur, sehingga deklarasi ini benar-benar hidup dalam setiap sendi kehidupan masyarakat.

2. Memperkuat Peran Masyarakat sebagai Penjaga Toleransi

Kerukunan tidak bisa hanya diandalkan pada aparat atau pemerintah. Masyarakat adalah aktor utama. Kami mengusulkan agar FPK dapat lebih diberdayakan hingga tingkat kelurahan.

Dengan demikian, kami bisa menjadi “mata dan telinga” di tengah masyarakat untuk mendeteksi potensi masalah sejak dini. Kami juga mendorong pemberdayaan komunitas-komunitas yang bertujuan untuk mempromosikan persatuan. Dukungan dari forkopimda akan sangat berarti bagi inisiatif-inisiatif ini.

3. Bangun Sistem Respons Cepat untuk Mencegah Konflik

Dalam era digital, informasi—baik yang benar maupun hoaks—tersebar dengan sangat cepat. Kami merekomendasikan pembentukan tim respons cepat yang melibatkan FPK, tokoh masyarakat, dan aparat keamanan.

Tim ini harus siap sedia untuk segera merespons isu-isu sensitif yang berpotensi memicu konflik. Kunci keberhasilan adalah komunikasi yang baik, koordinasi yang cepat, dan tindakan yang tepat, sehingga masalah dapat diselesaikan secara damai tanpa menimbulkan korban.

Sebagai ketua FPK, saya mengajak seluruh elemen masyarakat Kota Malang untuk bersatu. Mari kita jadikan perbedaan sebagai alasan untuk saling belajar, bukan untuk saling membenci. Bersama-sama, kita bisa wujudkan Kota Malang yang aman, damai, harmonis, dan menjadi contoh nyata bagi daerah lain.
Malangku, Malangmu, Malang Kita Semua.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id

Editor: Dwi Lindawati

Tags: Berita Kota Malang hari iniForum Pembauran Kebangsaan Kota MalangFPK Kota MalangKota Malang hari iniMalang
Dwi Linda

Dwi Linda

Related Stories

Gus Yahya.

Menakar Dua Periode Gus Yahya: Mungkinkah?

by Dwi Linda
30/05/2026 8:27 PM
0

Oleh: Abdur Rahim** Tugujatim.id - Kepemimpinan di Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) sedang berada di persimpangan yang tidak mudah. Ketegangan...

Tasyakuran 50 tahun pernikahan

Tasyakuran 50 Tahun Pernikahan Surya Burhanuddin dan Sjenny Jamain, Penuh Kesan dan Menginspirasi

by Mochamad Abdurrochim
03/05/2026 7:42 PM
0

JAKARTA, Tugujatim.id – Tasyakuran 50 tahun pernikahan Surya Burhanuddin dan Sjenny Jamain berlangsung penuh kesan, syukur, dan inspirasi di Hotel...

Taiwan

Di Antara Kepentingan dan Persepsi: Tantangan Indonesia dalam Menyikapi Isu Taiwan

by Darmadi Sasongko
30/04/2026 6:35 PM
0

Arief Putra Wijaya, Alumni Universitas Indonesia - Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Penulis juga seorang Pengamat Politik dan Hubungan...

AHWA.

Menimbang Pelembagaan AHWA sebagai Otoritas Kepemimpinan NU

by Dwi Linda
14/04/2026 7:52 PM
0

Oleh: Abdur Rahim (Warga NU; tinggal di Desa Simo, Tuban)   TUBAN, Tugujatim.id - Beberapa waktu lalu, saya bertemu dengan...

Next Post
Museum Bagawanta Bhari

Museum Bagawanta Bhari Kediri, Jejak Sejarah Hingga Koleksi Berharga Dijarah Massa

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID