Oleh: Ahmad Fuad Rahman, Ketua Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Kota Malang
Tugujatim.id – Sebagai kota yang dikenal dengan sebutan Bumi Arema, Malang selalu menjadi tempat bernaung bagi beragam suku, budaya, dan agama. Keberagaman ini adalah kekayaan terbesar kita, fondasi yang telah menjadikan Malang sebagai kota yang damai dan toleran. Namun, menjaga harmoni bukanlah pekerjaan satu-dua orang, melainkan tanggung jawab kita bersama.
Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Kota Malang hadir sebagai wadah yang menjembatani berbagai elemen masyarakat. Kami berupaya memastikan setiap perbedaan yang ada justru menjadi kekuatan untuk membangun, bukan memecah belah. Kami meyakini melalui dialog dan kolaborasi, setiap potensi gesekan sosial bisa diredam sebelum menjadi masalah besar.
Dalam kesempatan ini, saya ingin menyampaikan beberapa hal yang menjadi fokus dan rekomendasi kami kepada seluruh pihak, terutama kepada Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Malang.
Poin Penting untuk Malang yang Lebih Damai
1. Mengamalkan Deklarasi Damai yang Telah Kita Sepakati
Beberapa waktu lalu, kita bersama-sama mengucapkan Deklarasi Damai Kota Malang. Ini bukan sekadar seremoni, melainkan sebuah komitmen kolektif.
FPK merekomendasikan agar poin-poin dalam deklarasi ini tidak berhenti di atas kertas. Kita perlu menerjemahkannya menjadi program-program nyata yang bisa dirasakan oleh masyarakat, mulai dari tingkat kelurahan hingga kota. Forkopimda dapat bekerja sama dengan FPK untuk menyusun rencana aksi yang terukur, sehingga deklarasi ini benar-benar hidup dalam setiap sendi kehidupan masyarakat.
2. Memperkuat Peran Masyarakat sebagai Penjaga Toleransi
Kerukunan tidak bisa hanya diandalkan pada aparat atau pemerintah. Masyarakat adalah aktor utama. Kami mengusulkan agar FPK dapat lebih diberdayakan hingga tingkat kelurahan.
Dengan demikian, kami bisa menjadi “mata dan telinga” di tengah masyarakat untuk mendeteksi potensi masalah sejak dini. Kami juga mendorong pemberdayaan komunitas-komunitas yang bertujuan untuk mempromosikan persatuan. Dukungan dari forkopimda akan sangat berarti bagi inisiatif-inisiatif ini.
3. Bangun Sistem Respons Cepat untuk Mencegah Konflik
Dalam era digital, informasi—baik yang benar maupun hoaks—tersebar dengan sangat cepat. Kami merekomendasikan pembentukan tim respons cepat yang melibatkan FPK, tokoh masyarakat, dan aparat keamanan.
Tim ini harus siap sedia untuk segera merespons isu-isu sensitif yang berpotensi memicu konflik. Kunci keberhasilan adalah komunikasi yang baik, koordinasi yang cepat, dan tindakan yang tepat, sehingga masalah dapat diselesaikan secara damai tanpa menimbulkan korban.
Sebagai ketua FPK, saya mengajak seluruh elemen masyarakat Kota Malang untuk bersatu. Mari kita jadikan perbedaan sebagai alasan untuk saling belajar, bukan untuk saling membenci. Bersama-sama, kita bisa wujudkan Kota Malang yang aman, damai, harmonis, dan menjadi contoh nyata bagi daerah lain.
Malangku, Malangmu, Malang Kita Semua.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Editor: Dwi Lindawati








