MALANG, Tugujatim.id – Himpunan Mahasiswa Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Islam Malang (HMJM FEB Unisma) menggelar Interest Series 3 di Hall Abdurahman Wahid lantai 7, Kamis (05/10/2023). Acara seru HMJM FEB Unisma ini mengangkat tema “A Guide to Thinking Big as an Entrepreneur in the Digital Era”.
Tidak main-main, HMJM FEB Unisma menghadirkan pemateri andal dan berkualitas yaitu Dr Siti Amaliya dari senior lecture in Universiti Malaysia Kelantan sekaligus pemegang Certificate of Completion Programmer Global Online Workforce (GLOW) on 2023 Organized by Malaysia Digital Economy Corporation (MDEC), Certified of Micro-credentials “Championing Leadership” ODL Mode and Grade A Under Universiti Putra Malaysia on 2023, Certifite of participant in “industrial forum: Current and Future Skills Trend for Research” on 2023 in conjuction with Research Carnival Month (RCM 2023) organized by Universiti Teknologi Malaysia (UMT), etc.

Selain itu, juga ada Ahmad Luthfi SHum, Managing Director at Talenthub dan Staf Ahli Kementerian Tenaga Kerja Republik Indonesia, PT Mahatech Inovasi Teknologi Jakarta, Indonesia Sr Penasihat. 2019 – sekarang, Noosa, Hubungan Investor, Kerjasama Ahimsa. Jakarta, Indonesia 2020 – sekarang, Positifkreatif, PT Media Nusantara Konsultindo Jakarta, Indonesia. 2018 – sekarang, General Manager Pusdiklat. Jakarta, Indonesia 2019 – 2020, PT Klikacara MICE Indonesia Founder dan CEO 2017 – 2019, PGN Solution, PT PGAS Solution Magang Strategi Pemasaran. 2017, PT Shopee International Jakarta, Indonesia 2016, Hubungan korporat Career Development Center Universitas Indonesia (CDC UI) Depok, 2015.
Selain pemateri andal, kegiatan HMJM FEB Unisma ini juga dihadiri seluruh jajaran pimpinan, dosen, dan 650 mahasiswa.
Dekan FEB Unisma Nur Diana SE MSi dalam sambutannya mengapresiasi HMJM karena menggelar acara tahunan ini. Dia mengatakan, tema yang diambil juga cukup menarik soal entrepreneurship.

Menurut dia, kegiatan ini selaras dengan milestone kampus pada tahun ini yang menjalankan Entrepreneur University. Dalam konteks global, dia mengatakan, entrepreneur sangat penting mendukung perekonomian. Apalagi di Indonesia, dia menjelaskan, jumlah entrepreneur sangat terbatas belum mencapai 4%.
“Konteks global perlu memperhatikan berbagai aspek yang mendukung pertumbuhan entrepreneur. Di antaranya, internasionalisasi, pertumbuhan, penerimaan risiko, penyerapan teknologi, modal risiko, modal insani, dukungan kultural, jejaring, peluang start-up, kompetisi, keahlian start-up, inovasi produk, dan persepsi terhadap peluang,“ tutur Diana.

Dia berharap peserta mendapatkan insight baru dari kegiatan ini. Sebab, menghadirkan narasumber dari kalangan praktisi dan peneliti berkaitan entrepreneurship di Malaysia.
“Kegiatan ini bermanfaat untuk seluruh mahasiswa untuk tingkatkan mutu kampus. Selain itu, dapat meningkatkan skill berwirausaha bagi seluruh mahasiswa FEB Unisma,” katanya.
Sementara itu, Staf Ahli Kementerian Tenaga Kerja Republik Indonesia dan Managing Director at Talenthub Ahmad Luthfi SHum membeberkan soal membangun integritas bisnis. Selain monitoring kualitas produk atau layanan, juga agar dapatkan feedback.

Menurut dia, feedback itu faktor penting dalam berwirausaha. Sebab, pengusaha dapat melakukan empati map.
“Juga penting berkolaborasi. Sebab, ada 3 peran penting yaitu hipster, hustlter, dan hacker. Ketiganya harus saling koordinasi dalam suatu tujuan agar maksimal,” katanya.
Sedangkan Dr Siti Amaliya selaku Senior Lecture in Universiti Malaysia Kelantan, menjelaskan, think big in digital era sebagai entrepreneur harus jadi seseorang positif dalam segala hal. Selain itu, dia mengatakan, harus ber-mindset kreatif dan berkemampuan komunikasi persuasif.

“Kegagalan adalah hal yang paling membantu dalam berwirausaha. Juga attitude positif berpengaruh dalam berwirausaha. Sebab, orang yang positif terlihat menantang jalan untuk meningkatkan dan mempelajari jadi seseorang harus mencoba untuk fokus pada skill tersebut,” katanya.
Menurut dia, untuk meningkatkan attitude positif dalam berbisnis yaitu fokus terhadap apa yang mampu dikuasai. Juga memiliki mindset kreatif sangat penting bagi entrepreneur.
Dalam acara ini, Ketua Himpunan Mahasiswa Jurusan Manajemen FEB Unisma Yeni Irawati dan Ketua Pelaksana Interest Series 2023 Dewanty Rohmatulloh mengapresiasi atas dukungan seluruh jajaran dekanat, dosen, seluruh panitia, dan seluruh peserta yang hadir. (adv)
Editor: Dwi Lindawati








