• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Dosen UM.

Cara pengaplikasian mesin pencetak pelet untuk tingkatkan produksi pakan ternak yang diinisiasi oleh dosen UM. (Foto: dok UM)

Tingkatkan Produksi Pakan Ternak, Inovasi Dosen UM Bantu Peternak Pakisaji Malang lewat Mesin Pencetak Pelet

Dwi Lindawati by Dwi Lindawati
3 years ago
in Advertorial
0
Share on FacebookShare on Twitter

MALANG, Tugujatim.id – Tim dosen pengabdian kepada masyarakat Universitas Negeri Malang (UM) membuat inovasi dalam mendukung peternak lokal di Desa Wonokerso, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang. Dosen UM ini berhasil meningkatkan produksi pelet ternak melalui mesin pencetak.

Program dosen UM dalam pengabdian kepada masyarakat ini diinisiasi Muhammad Alfian Mizar, Moch Sholihul Hadi, dan Muchammad Harly. Mereka berhasil membuat produksi pelet meningkat melalui mesin pencetak pelet pakan ternak dan pakan ikan berkapasitas 40 kilogram per jam.

You might also like

Gus Fawait.

Sandang Gelar Doktor, Disertasi Gus Fawait Soroti Peran Belanja Pemerintah Dorong Pertumbuhan Ekonomi

13/06/2026 12:15 PM
UM

9.218 Mahasiswa UM Siap Mengabdi Lewat Program UM BBM 2026

13/06/2026 7:00 AM

Hasilnya, peningkatannya hingga 30 persen pada proses pembuatan pakan ternak dan pakan ikan di Desa Wonokerso.

“Ini sumbangsih yang relatif besar untuk tingkatkan produktivitas, kualitas, dan omzet bagi kelompok masyarakat di Desa Wonokerso, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang,” ujar Muhammad Alfian Mizar.

Dia mengatakan, Wonokerso merupakan salah satu daerah yang berpotensi tinggi dalam sektor peternakan yang berada di Kabupaten Malang. Sebab, ada sekitar 20 ribu unggas, 100 sapi, dan berbagai hewan ternak lainnya.

Sayangnya, pelet pakan ternak dan ikan hanya berupa pakan alami berupa dedak hingga butiran lainnya dari peternak.

Untuk diketahui, pelet pakan ternak dan ikan itu salah satu hal yang sangat penting untuk diperhatikan dalam industri peternakan. Pelet juga menjadi sumber nutrisi yang berdampak besar bagi hewan ternak khususnya unggas dan ikan.

Tapi, para peternak di Desa Wonokerso justru sulit memproduksi pelet karena terbatasnya pengetahuan dan teknologi.

“Jadi, kami perlu berinovasi dengan membuat mesin pencetak pelet pakan ternak dan ikan secara mandiri,” terangnya.

Dosen UM bikin mesin pencetak pelet.
Penampakan mesin mesin pencetak pelet yang diinisiasi oleh dosen UM. (Foto: dok UM)

Dia menjelaskan, program pengabdian ini untuk mendifusikan teknologi tepat guna mesin pencetak pelet pakan ternak. Caranya dengan memberikan pengetahuan dan keterampilan tentang membuat produk pelet pakan sendiri. Termasuk, mengoperasikan dan merawat mesin pencetak pelet kepada mitra.

Karena itu, kegiatan ini dimulai dengan koordinasi dan penyusunan rencana pelaksanaan, pengadaan bahan dan peralatan pendukung pembuatan mesin, pelatihan dan sosialisasi sistem mesin pencetak pelet, hingga pemeriksaan dan uji kinerja mesin pencetak pelet pakan ternak maupun pakan ikan serta evaluasi.

Untuk cara penggunaan mesin pencetak pelet sangat sederhana. Peternak cukup memasukkan bahan pelet melalui kedua hopper. Lalu menyalakan saklar sehingga motor bensin akan memutar pisau yang ada di dalam mesin. Bahan pelet akan hancur oleh pisau, terjadi pemadatan dan keluar melalui outlet yang ada dalam bentuk butiran-butiran. (adv)

Writer: Feni Yusnia

Editor: Dwi Lindawati

Tags: Berita Kabupaten Malang hari iniBerita Kampus UMBerita Kampus UM terbaruDosen Kampus UMInovasi dosen UMKabupaten Malang hari iniMesin pencetak peletMesin pencetak pelet di PakisajiPengabdian Masyarakat Kampus UM
Dwi Lindawati

Dwi Lindawati

Related Stories

Gus Fawait.

Sandang Gelar Doktor, Disertasi Gus Fawait Soroti Peran Belanja Pemerintah Dorong Pertumbuhan Ekonomi

by Dwi Linda
13/06/2026 12:15 PM
0

JEMBER, Tugujatim.id – Bupati Jember Muhammad Fawait atau Gus Fawait resmi menyelesaikan studi doktoralnya di Program Doktor Ilmu Ekonomi Fakultas...

UM

9.218 Mahasiswa UM Siap Mengabdi Lewat Program UM BBM 2026

by Mochamad Abdurrochim
13/06/2026 7:00 AM
0

MALANG, Tugujatim.id – Sebanyak 9.218 mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM) resmi diberangkatkan untuk mengikuti program Universitas Negeri Malang Belajar Bersama...

Jember

Oplah Jangkau 12 Ribu Hektare, Jember Genjot Produksi Pangan Lewat Modernisasi Pertanian

by Mochamad Abdurrochim
12/06/2026 8:00 PM
0

JEMBER, Tugujatim.id – Pemerintah Kabupaten Jember terus memperkuat sektor pertanian melalui program Optimalisasi Lahan (Oplah), Irigasi Perpompaan (Irpom), serta modernisasi...

ASN

Pemkab Jember Libatkan 22 Ribu ASN untuk Perkuat Branding Daerah di Ruang Digital

by Mochamad Abdurrochim
12/06/2026 5:00 PM
0

JEMBER, Tugujatim.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember mulai mengoptimalkan kekuatan komunikasi digital untuk memperkenalkan potensi daerah kepada masyarakat yang lebih...

Next Post
Program TGSC Pegadaian.

Wadah Inkubasi Mahasiswa, Program TGSC Pegadaian Ciptakan Wirausaha Muda Terbaik

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID