JEMBER, Tugujatim.id – Stabilitas lapangan kerja di Kabupaten Jember, Jawa Timur, tetap terjaga di tengah tren PHK massal yang melanda berbagai wilayah Indonesia.
Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Jember Suprihandoko menjelaskan kondisi ketenagakerjaan di Kota Cerutu ini tidak mengalami guncangan yang berarti.
Baca Juga: Badai PHK Melanda Indonesia, Begini Kondisi di Jember Kata Kadisnaker
“Situasi ketenagakerjaan di wilayah kami tetap stabil. Tidak adanya industri garmen besar seperti di daerah lain membuat Jember relatif aman dari fenomena PHK massal yang sedang marak,” ungkap Kepala Disnaker Jember Suprihandoko dalam wawancara pada Selasa (06/05/2025).
Di samping itu, Disnaker Jember juga menerapkan strategi komunikasi intensif antara pihak pengusaha dan pekerja sebagai langkah preventif untuk mencegah terjadinya PHK.
“Kami mengedepankan pendekatan harmonis dalam hubungan industrial. Dengan demikian, setiap potensi PHK dapat diantisipasi lebih awal melalui solusi bersama,” imbuhnya.
Perusahaan di Jember Buka Lowongan Kerja Baru
Menariknya, beberapa perusahaan di Jember justru membuka lowongan kerja baru, di saat maraknya PHK massal yang terjadi di beberapa daerah, bahkan di tingkat perusahaan nasional.
“Baru-baru ini ada permintaan untuk 20 posisi operator forklift. Perusahaan berkoordinasi dengan kami, kemudian kami fasilitasi pelatihannya,” jelas Suprihandoko.
Selain itu, Disnaker Jember juga menawarkan program pelatihan bersubsidi bagi pekerja yang belum memenuhi standar kompetensi.
“Jika perusahaan menghadapi kendala membayar karyawan karena keterampilan yang belum memadai, kami siap memberikan pelatihan dengan dukungan anggaran daerah,” katanya.
Kebijakan tersebut merupakan bagian dari rencana strategis Pemerintah Kabupaten Jember untuk memperkuat kualitas tenaga kerja dan menciptakan iklim investasi yang kondusif.
“Komitmen kami adalah mempersiapkan sumber daya manusia yang siap menyambut peluang investasi,” pungkas Suprihandoko.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Diki Febrianto
Editor: Dwi Lindawati







