JEMBER, Tugujatim.id – Serangkaian insiden delapan orang tenggelam terjadi di sejumlah titik Kabupaten Jember, Jatim, selama periode Januari-April 2026. Terbaru kasus tiga orang tenggelam, dua di antaranya ditemukan tewas dan satu orang lainnya masih dalam proses pencarian pada April 2026.
Peristiwa orang tenggelam di Jember yang menewaskan tujuh orang tersebut terjadi di berbagai lokasi. Mulai dari aliran sungai hingga wilayah pesisir pantai selatan dengan beragam faktor pemicu seperti kondisi cuaca, kuatnya arus, serta faktor kesehatan korban. Berikut rangkuman peristiwa kasus orang tenggelam di Jember.
Baca Juga: Pasca Bermain, Anak di Surabaya Ditemukan Tewas usai Tenggelam di Waduk Sambikerep
1. Korban Sungai Garahan Ditemukan setelah 5 Hari
Upaya pencarian terhadap Buyang, 44, warga yang dilaporkan hilang di Sungai Garahan, Kecamatan Silo, akhirnya membuahkan hasil. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia setelah lima hari pencarian intensif oleh tim gabungan.
Tim Reaksi Cepat BPBD Jember Juan Hadi Cahya mengatakan, jenazah korban ditemukan tersangkut di tumpukan sampah kayu.
“Korban ditemukan dalam kondisi tersangkut di antara tumpukan sampah kayu dan bambu di Sungai Garahan,” kata Juan Hadi Cahya.
Sebelumnya, korban dilaporkan hilang sejak 26 April 2026 saat menuju sungai untuk mandi. Di lokasi kejadian, ditemukan sejumlah barang pribadi seperti pakaian dan tas yang memperkuat dugaan korban mengalami insiden di sekitar aliran sungai.
Korban memiliki riwayat penyakit epilepsi yang diduga menjadi faktor penyebab tenggelam. Setelah ditemukan, jenazah kemudian dievakuasi untuk penanganan lebih lanjut.
2. Pemancing Terseret Ombak di Pantai Payangan Belum Ditemukan
Peristiwa berikutnya terjadi di Pantai Payangan, Kecamatan Ambulu. Seorang pemancing bernama Mohammad Mas Rukhin, 45, dilaporkan hilang setelah terseret ombak besar saat memancing di kawasan Teluk Love pada 28 April 2026.
Anggota TRC BPBD Jember Dwi Agit Maulana menjelaskan proses pencarian dilakukan dengan pembagian tim.

“SRU pertama mencari menggunakan perahu jukung sejauh kurang lebih 4 kilometer dari garis Pantai Payangan,” ujarnya pada Sabtu (02/05/2026).
Dia juga menambahkan, sempat ada upaya pertolongan dari rekan korban saat terjadinya insiden tersebut.
“Tetapi karena gelombang cukup tinggi dan arus kuat, korban akhirnya terseret ke laut,” kata Dwi.
Kendala utama bagi tim dalam mencari, baik di laut maupun daratan, adalah gelombang tinggi dan arus kuat. Hingga berita ini dimuat, korban belum ditemukan.
3. Penemuan Jenazah Perempuan di Sungai Blater
Warga Tirtoasri, Ambulu, dikejutkan dengan penemuan sesosok jenazah perempuan di aliran Sungai Blater pada 29 April 2026. Peristiwa ini sempat menjadi perhatian publik setelah video penemuan beredar luas di media sosial.
Penemuan jenazah di tepi sungai ini dibenarkan oleh Ketua RT 7, RW 2, Desa Jatimulyo, Suparman.
“Penemuan jenazah di Blater kali Mayang,” kata Suparman.
Rangkaian kejadian ini menjadi peringatan serius bagi masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di sekitar perairan.
Tim Reaksi Cepat BPBD Jember Juan Hadi Cahya mengingatkan warga untuk tidak aktivitas sendirian di sungai.
“Keselamatan menjadi hal utama. Kami mengingatkan warga untuk tidak beraktivitas sendiri di sungai dan selalu memperhatikan kondisi kesehatan serta cuaca,” ujarnya.
4. Dua Wisatawan Terseret Ombak saat Libur Lebaran
Memasuki akhir Maret 2026, dua insiden terjadi hampir bersamaan di kawasan Pantai Selatan Jember pada Sabtu (28/03/2026). Korban pertama bernama Giman, 54, warga Kecamatan Kencong, terseret ombak saat mandi di Pantai Paseban.
Korban akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia setelah dicari oleh tim SAR.
Di lokasi berbeda, Pantai Papuma, seorang wisatawan asal Cianjur, Muhammad Sheva Yusuff, 22, dilaporkan hilang setelah tersapu ombak saat berada di area tebing bawah Siti Hinggil bersama dua rekannya. Dia diketahui berada di zona larangan ketika ombak besar datang secara tiba-tiba.
5. Dua Orang Tenggelam di Lokasi Berbeda
Selanjutnya pada 12 Februari 2026, seorang lansia bernama Pak Dullah alias Sariton, 76, warga Desa Sukorejo, Kecamatan Bangsalsari, dilaporkan hilang diduga terseret arus banjir di sekitar jembatan perbatasan Bangsalsari–Balung.
Petunjuk awal berupa sandal korban ditemukan di sekitar aliran sungai, disusul temuan sarung beberapa hari kemudian di Sungai Karang Semanding. Setelah lima hari pencarian, tim SAR mengarahkan operasi hingga ke wilayah muara dan laut karena kuatnya arus.
Sementara itu, insiden lain terjadi pada Minggu (15/02/2026), sekitar pukul 05.30 WIB, di Pantai Canga’an, Ambulu. Korban bernama Faruq Febriansyah, 20, warga Desa Garahan, dilaporkan terjatuh dari tebing setinggi sekitar lima meter saat memancing. Korban langsung terseret arus laut dan tenggelam.
Rekan korban sempat mendengar teriakan minta tolong, namun tidak mampu memberikan pertolongan akibat derasnya arus.
Baca Juga: Sempat Dikabarkan Hilang, Anak Tenggelam di Bekas Tambang Galian C Pasuruan Ditemukan Tewas
6. Pelajar Hanyut di Sungai Tanggul
Selain lima insiden di atas, sebelumnya juga ada orang tenggelam yang terjadi pada Sabtu (17/01/2026) di wilayah Desa Paseban, Kecamatan Kencong. Korban bernama Iqbal Khoirul Anwar, 18, seorang pelajar asal Desa Mojomulyo.
Peristiwa bermula sekitar pukul 10.00 WIB saat korban bersama 13 temannya menuju bantaran Sungai Tanggul untuk berburu biawak. Sekitar pukul 11.30 WIB, hewan buruan yang telah dilumpuhkan jatuh ke tengah sungai.
Korban bersama tiga rekannya turun untuk mengambilnya, namun arus sungai yang cukup deras membuat korban kehilangan keseimbangan, tenggelam, dan terseret arus. Sementara tiga rekannya berhasil menyelamatkan diri, korban menjadi satu-satunya yang dinyatakan hilang dalam kejadian tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: M. Imron Fauzi
Editor: Dwi Lindawati








