Insomnia Blue Light dan Dampaknya

Insomnia Blue Light dan Dampaknya

  • Bagikan
Ilustrasi perilaku tidak sehat saat menggunakan gadget dapat menimbulkan berbagai resiko penyakit.
Ilustrasi perilaku tidak sehat saat menggunakan gadget dapat menimbulkan berbagai resiko penyakit. (Foto: Dokumen)

Oleh: Mufid Ali N*
Tugujatim.id – Kegelapan merupakan isyarat bagi tubuh kita untuk tidur, tetapi terkadang kita mengagalkannya dengan menatap layar berjam-jam setelah matahari terbit. Secara ilmiah, blue light yang dipancarkan oleh TV, Handphone, Komputer, dan bahkan lampu LED bisa menekan dan mengurangi produksi hormon perangsang tidur atau sering dikenal dengan melatonin.

Ketika hormon ini sudah berkurang, maka rasa mengantuk juga berkurang. Meski mata dan badan sudah sangat lelah, kita tidak akan bisa mengantuk tanpa adanya hormon melatonin.

Ketika kita kesulitan tidur karena blue light, maka jam istirahat mejadi berkurang dan akan berdampak pada kesehatan tubuh terutama pada mata. Sinar biru akan menjadi hal berbahaya bagi kesehatan seseorang ketika seseorang terlalu sering terkena paparannya pada malam hari. Berikut ini berbagai risiko blue light yang perlu Anda waspadai.

1. Mengganggu ritme sirkadian

Secara normal, tubuh mampu memproduksi hormon melatonin dalam jumlah yang sedikit ketika di siang hari. Kemudian akan bertambah jumlahnya pada waktu-waktu terntu, yaitu malam hari, beberapa jam sebelum tidur, dan ketika mencapai puncak pada tengah malam.

Perubahan ritme sirkadian akan menyebabkan gangguan pada tidur dan bisa menimbulkan beberapa penyakit kronis, seperti obesitas, depresi, dan gangguan bipolar.

2. Menyebabkan kerusakan pada retina

Menurut penelitian, cahaya biru yang telah lama dapat didentifikasikan sebagai sinar yang paling berbahaya bagi retina. Dampak dari paparan sinar cahaya biru akan menimbulkan beberapa gangguan mata, seperti degenerasi macula, glaukoma, dan penyakit retina degeneratif.

3. Menimbulkan kelelahan pada mata

Kondisi kelelahan mata yang dikenal sebagai digital eye strain, suatu kondisi medis yang bisa mempengaruhi produktivitas seseorang. Gejala dari digital eye strain antara lain adalah pandangan kabur, susah fokus, mata iritasi dan kering, serta sakit pada kepala dan leher.

Kebiasaan memainkan perangkat elektronik pada malam hari memang sulit dihilangkan. Meskipun begitu, kita tetap harus menjauhkan atau mematikan perangkat elektronik, beberapa jam sebelum tidur dan mematikan lampu pada saat tidur untuk menurunkan risiko-risiko kesehatan yang bisa ditimbulkan oleh paparan cahaya biru pada malam hari.

*Penulis adalah member Pondok Inspirasi.

  • Bagikan