JEMBER, Tugujatim.id – Upaya mempersiapkan para atlet untuk kejuaraan Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) 2024 dan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2025, Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Jember menggelar kejuaraan kabupaten (kejurkab) secara mandiri.
Wakil Ketua Bidang Pembinaan Prestasi IPSI Jember Sofyan Tsauri mengungkap, setiap tahun memiliki agenda serupa sebanyak empat kali yang dilakukan secara mandiri.
“IPSI Jember dalam satu tahun memiliki sekitar empat event yang dilaksanakan secara mandiri, bukan atas bantuan dari dana pemda (pemerintah daerah),” ujar Sofyan Tsauri saat ditemui Tugujatim.id di tengah Kejurkab Pencak Silat di GOR PKPSO Kaliwates, Selasa (02/07/2024).
Baca Juga: 4 Daftar Harga Netbook Acer Terbaru 2024: Ramah di Kantong Dibanderol Mulai 800 Ribuan
Dia juga menjelaskan, perhelatan kejurkab memiliki orientasi untuk mempersiapkan atlet untuk Popda 2024 dan Porprov 2025. Setidaknya, dalam Kejurkab Pencak Silat yang diadakan IPSI Jember mengundang sebanyak 24 perguruan pencak silat yang tersebar di kabupaten.
“Sebanyak 24 perguruan pencak silat dari seluruh Kabupaten Jember, jadi ini memang dari internal IPSI Jember, tidak ada yang dari luar,” tegas Sofyan Tsauri.

Setidaknya, Sofyan Tsauri menjelaskan, atlet-atlet terpilih nantinya akan menjadi perwakilan dari Kabupaten Jember dalam ajang popda maupun porprov. Kendati demikian, dia mengatakan, atlet juara satu pada Kejurkab tidak melulu dapat mewakili kabupaten di dua ajang olahraga tersebut.
Para pemenang dari masing-masing cabang kejuaraan pencak silat, mulai dari petarung, seni tunggal perorangan, dan seni beregu akan melalui tahapan pada training center (TC).
“Masalah pengiriman itu belum pasti yang juara satu, kami kan ada TC. Waktu TC itu dilihat apakah dia yang juara satu itu bisa mempertahankan performance-nya,” jelas Sofyan Tsauri.
Baca Juga: Puluhan Desa di Mojokerto Diminta Punya Peta Bencana, Upaya Antisipasi Jelang Musim Kemarau
Menurut dia, beberapa atlet yang telah mendapatkan juara satu pada kejurkab tidak bisa mengikuti popda dan porprov karena kendala, seperti fisik yang tidak memungkinkan dan sakit.
“Maka dia akan diganti oleh yang terbaik dari juara satu, dua, dan tiga, jadi tidak ada kepastian bagi yang juara satu untuk dikirim, tidak. Syukur-syukur ya kalau dia juara satu di fisik dia bisa mempertahankan performance-nya,” kata Sofyan Tsauri.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Diki Febrianto
Editor: Dwi Lindawati








