Irjen Kemenkumham Beri Predikat WBK pada Lapas Kelas IIB Pasuruan

Irjen Kemenkumham Beri Predikat WBK pada Lapas Kelas IIB Pasuruan

  • Bagikan
Irjen Kemenkumham, Ir Razuli menyerahkan, plakat predikat WBK ke Kalapas IIB Pasuruan, Yhoga Aditya Riswanto.
Irjen Kemenkumham, Ir Razuli menyerahkan, plakat predikat WBK ke Kalapas IIB Pasuruan, Yhoga Aditya Riswanto. (Foto: Mahfud)

PASURUAN, Tugujatim.idLapas Kelas IIB Pasuruan berhasil mendapatkan predikat Wilayah Bebas Korupsi (WBK) tahun 2021 dari Kemenkumham dan Kemenpan RB. Inspektur Jendral (Irjen) Kemenkumham, Ir Razuli, menyerahkan langsung plakat penghargaan WBK kepada Kalapas IIB Pasuruan, Yhoga Aditya Riswanto, Senin (27/12/2021).

Dalam kunjungannya, Irjen Kemenkumham, Ir Razuli, hadir bersama Kepala Kanwil Pemasyarakatan Jatim, Kadiv Administrasi Kanwil Jatim, Kadiv Pelayanan Hukum Jatim, KA Rudenim Surabaya, Kepala Rubasan Pemasyarakatan Pasuruan, serta Kepala Rutan Bangil.

Tim Inspektorat Kemenkumham meninjau aktivitas WBP Lapas Kelas IIB Pasuruan, mulai dari pembinaan pondok pesantren hingga ke Bimker pelatihan kerajinan sarung tenun buatan para narapidana.

Razuli mengungkapkan bahwa Lapas Kelas IIB Pasuruan yang memang layak mendapatkan predikat WBK. Berdasarkan penilaian, secara administrasi sudah sangat transparan. Selain itu, inovasi program pembinaan para narapidana juga sangat inspirasi.

“Luar biasa sekali, kami mengusulkan 477 satuan kerja di Jatim termasuk Lapas Pasuruan ini dapat predikat WBK. Artinya, berdasarkan penilaian mereka memenuhi persyaratan untuk mengikuti penilaian dari Kemenkumham hingga tingkat Kemenpan RB, Ombudsman dan KPK,” ungkapnya.

Razuli berharap pada masa mendatang, Lapas Kelas IIB Pasuruan bisa meningkatkan prestasi dengan meraih predikat Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM).

“Saya bilang ke mas Yhoga agar bisa menyematkan pin predikat WBBM untuk Lapas Kelas IIB Pasuruan pada tahun 2022,” imbuhnya.

Sementara itu, Kalapas IIB Pasuruan, Yhoga Aditya Riswanto, mengungkapkan jika pihaknya punya dua program unggulan, yakni program pondok pesantren dan produksi kerajinan sarung.

“Di Lapas Pasuruan ini ada dua pembinaan, yakni pondok pesantren yang bekerjasama dengan Ponpes Awwarul Mustofa di Kabupaten Pasuruan. Selain itu, kami juga bekerjasama dengan konveksi yang ternama yakni sarung Behaestek. Berjalan hampir lima tahun, biasanya Behaestek kalau mengirim bahan sarung ke kami sampai 2 kontainer,” ungkapnya.

Yhoga juga bersyukur atas predikat WBP yang diraihnya dan berkomitmen akan meningkatkan pelayanan Lapas Kelas IIB Pasuruan.

“Alhamdulillah pada tahun 2021 ini Lapas Pasuruan mendapat predikat WBK dari Kemenpan RB,” pungkasnya.

  • Bagikan