TUBAN, Tugujatim.id – Suasana haru menyelimuti halaman Asrama Sekolah Rakyat Tuban, Kamis (140/8/2025). Tangis para orang tua pecah saat melepas anak-anak untuk memulai pelajaran dan hidup baru dalam asrama. Momen ini sekaligus menandai dimulainya operasional Program Sekolah Rakyat Tuban jenjang SMP dan SMA dengan sistem asrama penuh.
Lasmijah (49), warga Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban tidak kuasa menahan air mata. Meski hatinya lega karena sang anak mendapat kesempatan bersekolah di Sekolah Rakyat Tuban tanpa dipungut biaya, tetapi tetap merasa berat melepas buah hatinya tinggal di asrama.
“Senang sekali karena sekolah ini gratis. Tapi sedih juga harus berpisah. Saya hanya bisa berdoa semoga anak saya sukses,” ucap Lasmijah, yang keseharian sebagai buruh tani dengan suara bergetar.
Rasa bangga bercampur haru juga terlihat di wajah para orang tua lain. Sebagian meneteskan air mata saat melihat anak-anak berbaris rapi dan siap menjalani Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di asrama, Kompleks UPT Balai Latihan Kerja (BLK) Tuban.

Sekolah Rakyat Tuban (SR Tuban) menampung dua Rombongan Belajar (Rombel) masing-masing Rombel SMP dan Robel SMA. Total 50 siswa tinggal di asrama dengan pengawasan serta bimbingan karakter dan akademik.
Pelepasan orang tua berlangsung disaksikan Sekretaris Ditjen Linjamsos Kementerian Sosial RI, Beni Sujanto dan Jajaran Forkopimda.
BACA JUGA: Kisah Haru Penuh Harapan dari Para Siswa Sekolah Rakyat di Surabaya
Wakil Bupati Tuban, Joko Sarwono dalam sambutannya mengatakan, hari pertama MPLS ini menjadi momen bersejarah bagi pendidikan di Tuban. Kehadiran orang tua di acara tersebut diharapkan menjadi dukungan moral bagi anak-anak yang memulai belajar hidup mandiri.
“Kami ingin orang tua tetap semangat dan ikhlas mempercayakan pendidikan anaknya kepada pengasuh SR. Melalui pendidikan seperti ini, kita ingin memutus mata rantai kemiskinan,” ujarnya.

SR dijelaskan Joko dirancang untuk memastikan anak-anak dari keluarga kurang mampu mendapatkan pendidikan dan pembinaan yang layak. Harapannya, generasi penerus ini kelak memiliki masa depan lebih cerah dibanding orang tua mereka.
Hari pertama ini bukan sekadar dimulainya tahun ajaran baru, melainkan awal perjalanan panjang bagi para siswa untuk menggapai cita-cita. Di tengah isak tangis perpisahan, terselip doa dan harapan besar, semoga langkah dari asrama ini menjadi pintu menuju masa depan gemilang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter: Muchamad Abdurrochim
Editor: Darmadi Sasongko








