PASURUAN, Tugujatim.id – Jenazah Raffi Dimas Baddar, 20, mahasiswa asal Pasuruan, yang sempat hilang di Bukit Krapyak, Kabupaten Mojokerto, berhasil ditemukan Tim SAR pada Selasa malam (27/09/2022). Setelah sempat dievakuasi ke RSUD Prof Dr Soekandar Mojokerto, jenazah mahasiswa jurusan teknik Universitas Wijaya Putra Surabaya ini langsung dipulangkan ke keluarganya untuk dimakamkan.
Isak tangis keluarga mengiringi kedatangan jenazah Raffi Dimas Baddar ketika sampai di rumah duka di Desa Pekoren, Kecamatan Rembang, sekitar pukul 23.30. Seusai membacakan surah Yasin dan doa tahlil, pihak keluarga bersama warga setempat langsung memakamkan jenazah mahasiswa asal Pasuruan tersebut ke area pemakaman Desa Pekoren.
Hidayat, 46, paman korban, mengatakan, pihak keluarga mengaku lega karena mahasiswa yang sempat hilang selama 16 hari tersebut akhirnya ditemukan. Di sisi lain, pihak keluarga sangat bersedih dan merasa kehilangan ketika mendengar kabar jika Dimas ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
“Semalam jenazah sudah datang dan langsung dimakamkan,” ujar Hidayat pada Rabu (28/09/2022).
Menurut Dayat, sosok Dimas merupakan anak muda yang dikenal pendiam dan penurut. Selain itu, anak kedua dari pasangan Sudiro Siswanto dan Nuryati ini juga disayangi keluarga karena ketaatannya dalam beribadah.
“Dia kan kuliah sambil kerja di Surabaya, pasti kalau pulang ke Rembang dia menyempatkan ikut rutinan pengajian ishari,” ungkapnya.
Dayat mengatakan, Dimas memang diketahui mempunyai hobi menjelajah alam. Bahkan, hampir tiap bulan dia selalu mengagendakan untuk mendaki gunung di wilayah Jatim. Almarhum juga sempat berpamitan guru ngajinya sebelum pergi mendaki ke bukit Krapyak, Mojokerto, Sabtu (10/09/2022).
“Sebelum berangkat, dia pamitan ke guru ngajinya kalau mau camping tapi ternyata tidak kembali,” ujarnya.
Sebelumnya diberitakan, setelah hilang 16 hari di Bukit Krapyak, Kabupaten Mojokerto, Raffi Dimas Baddar, mahasiswa asal Pasuruan, ditemukan tim SAR dalam kondisi tak bernyawa di dasar air terjun kering aliran Sungai Kretek pada Selasa malam (27/09/2022).
Lokasi penemuan mahasiswa asal Pasuruan itu hanya berjarak 1,96 km dari lokasi musala makam Krapyak tempat di mana survivor terlihat terakhir kali oleh rekannya. Mahasiswa jurusan teknik Universitas Wijaya Putra Surabaya ini awalnya dilaporkan hilang pada Minggu (11/9/2022), sekitar pukul 10.30 WIB di Wisata Bukit Krapyak, Desa Padusan, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto.








