Jadi “Dokter Spesialis” Arwana, Polisi di Pasuruan Bisa Bedah Ikan sampai Pasang Chip Pengenal

Polisi di Pasuruan. (Foto: Laoh Mahfud/Tugu Jatim)
Aipda Syamsudin, anggota Satlantas Polres Pasuruan, membuka praktik perawatan dan operasi di rumahnya di Perum Graha Candi Kota Pasuruan. (Foto: Laoh Mahfud/Tugu Jatim)

PASURUAN, Tugujatim.id – Berawal dari kecintaannya kepada ikan hias, seorang polisi di Pasuruan ini nyambi jadi “dokter spesialis” arwana. Di tengah kesibukannya, anggota Satlantas Polres Pasuruan Aipda Syamsudin ini ternyata punya bakat terpendam untuk menyembuhkan ikan arwana yang sakit.

Berbekal ruang kecil di sudut rumahnya di Jalan, K.H. Hasyim Ashari, Perumahan Graha Candi, Kecamatan Bugul Kidul, Kabupaten Pasuruan, polisi di Pasuruan ini membuka praktik perawatan ikan arwana.

Menurut Syamsudin, dia biasa melakukan perawatan ikan-ikan arwana yang sakit dengan cara operasi menggunakan pisau bedah kecil. Mulai dari operasi ringan apabila arwana mengalami patah sirip dan ekor. Selain itu, operasi sedang pada mulut arwana yang cakil atau maju di bagian bibir bawah. Hingga operasi berat yang paling sulit yakni membedah perut ikan yang kembung.

“Harus telaten dan teliti. Ikannya dikeluarkan dan saya bius dulu, baru dioperasi,” ujar Syamsudin pada Sabtu (25/06/2022).

Polisi di Pasuruan. (Foto: Laoh Mahfud/Tugu Jatim)
Aipda Syamsudin saat mengoperasi sirip ikan Arwana. (Foto: Laoh Mahfud/Tugu Jatim)

Selain mengoperasi ikan sakit, Syamsudin juga membuka jasa perawatan kecantikan atau salon ikan arwana. Dia bisa meraup untung ratusan ribu hingga jutaan rupiah untuk satu ekor ikan arwana yang dirawat.

Menurut dia, kini ada sekitar puluhan ikan arwana yang dititipkan untuk dirawat di rumahnya.

“Biayanya tergantung tingkat kesulitannya. Paling murah Rp250 ribu dan paling mahal sampai Rp1 juta per ikan,” ungkapnya.

Pria kelahiran Kota Kediri ini bahkan juga bisa memasangkan chip untuk ikan arwana. Chip tersebut digunakan sebagai identitas resmi ikan arwana yang sudah terdaftar di Balai Konservasi Sumber Daya Alam atau BKSDA Jatim.

“Ikan saya yang di sini sudah terpasang chip semuanya,” imbuhnya.

Berkat ketelatennya dalam merawat ikan hias, kini polisi satuan lalu lintas Polres Pasuruan ini bisa mengembangkan usaha di bidang budi daya ikan arwana. Syamsudin menjelaskan, di rumahnya tersedia puluhan ikan arwana yang siap jual dari berbagai jenis. Mulai dari jenis red arwana, gold arwana, serta beberapa jenis lainnya.

Untuk harga jualnya pun bervariasi, mulai puluhan ribu hingga puluhan juta rupiah.

“Arwana yang masih kecil biasanya dijual Rp50 ribuan. Kalau yang besar ada yang Rp1,5 juta-Rp10 juta juga ada,” ujarnya.

Kini usaha perawatan dan jual beli ikan arwana milik polisi di Pasuruan itu sudah merambah pasar di wilayah Jawa Timur. Pelanggannya banyak berasal dari Kabupaten Pasuruan, Surabaya, Sidoarjo, hingga Mojokerto.

 

 


Terima kasih sudah membaca artikel kami. Ikuti media sosial kami yakni Instagram @tugujatim , Facebook Tugu Jatim
Youtube Tugu Jatim ID , dan Twitter @tugujatim