Jadi Pilihan Pendidikan di Masa Pandemi, Jumlah Santri di Ponpes se-Bojonegoro Naik 20 Persen

  • Bagikan
Kepala Bidang PD Pondok Pesantren, Kementerian Agama Bojonegoro, Zaenal, saat menjelaskan kenaikan santri yang ada di pondok pesantren se-Bojonegoro. (Foto: Mila Arinda/Tugu Jatim)

BOJONEGORO, Tugujatim.id – Pandemi Covid-19 yang terjadi setahun terakhir membuat dunia pendidikan mengalami perubahan dan memaksa memanfaatkan teknologi sebagai media pembelajaran daring. Untuk itu, tidak sedikit orang tua yang memilih pesantren sebagai lembaga pendidikan bagi anak mereka di tengah masa pandemi karena dianggap lebih efektif dibandingkan sekolah daring.

Hal tersebut terbukti dari meningkatnya pendaftar santri baru di pesantren-pesantren yang ada di Bojonegoro, bahkan jumlahnya meningkat 20 persen dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

“Kalau pesantren-pesantren di Bojonegoro ini alhamdulillah mengalami kenaikan murid hingga 20 persen,” ungkap Kepala Bidang PD Pondok Pesantren, Kementerian Agama Bojonegoro, Zaenal.

Menurutnya, pesantren juga menjadi pilihan dikarenakan sampai saat ini masih aman dan belum ditemukan klaster Covid-19 dari pondok pesantren yang ada di Bojonegoro.

“Tidak ada klaster Covid-19 di pesantren, semua masih kondusif dan aman mulai dari murid dan juga pengajar,” tuturnya.

Meski di dalam pesantren, lanjut Zaenal, para santri juga tetap mendapat pelajaran umum maupun pelajaran agama sesuai tingkatan sekolah.

“Kalau di pesantren pelajaran pendalaman agama itu pasti ada dan tidak terpengaruh dengan adanya Covid-19,” katanya.

Meskipun santri indentik dengan jumlah yang tidak sedikit, namum tetap menjaga protokol kesehatan disertai penyediaan perlengkapan untuk menjaga kesehatan.

“Tetap menerapkan protokol, terlebih dengan menjaga jarak bahkan itu sudah dari dulu santri menjaga jarak dari lawan jenis,” pungkas Zaenal.

  • Bagikan