Jalanan Ekstrem, Masjid di Desa Srimulyo Dampit Minim Bantuan Pasca Gempa Malang - Tugujatim.id

Jalanan Ekstrem, Masjid di Desa Srimulyo Dampit Minim Bantuan Pasca Gempa Malang

  • Bagikan
Kepala Takmir Masjid Sabilul Huda Burhan di Dusun Purwosari, Desa Srimulyo, Kecamatan Dampit, menunjukkan kondisi pasca gempa Malang. (Foto: Dicky Hanafi/Tugu Jatim)
Kepala Takmir Masjid Sabilul Huda Burhan di Dusun Purwosari, Desa Srimulyo, Kecamatan Dampit, menunjukkan kondisi pasca gempa Malang. (Foto: Dicky Hanafi/Tugu Jatim)

MALANG, Tugujatim.id – Gempa Malang berkekuatan 6,1 Magnitudo pada 10 April 2021 lalu berdampak pada rumah bahkan fasilitas umum di wilayah Desa Srimulyo, Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang. Salah satunya di Masjid Sabilul Huda, Dusun Purwosari, Desa Srimulyo, Kecamatan Dampit. Masjid terbesar di wilayah ini mengalami kerusakan cukup serius, tapi belum tersentuh pembangunan karena jalanan menuju lokasi yang ekstrem.

Masjid Sabilul Huda Burhan di Dusun Purwosari, Desa Srimulyo, Kecamatan Dampit, minim bantuan pasca gempa Malang. (Foto: Dicky Hanafi/Tugu Jatim)
Masjid Sabilul Huda Burhan di Dusun Purwosari, Desa Srimulyo, Kecamatan Dampit, minim bantuan pasca gempa Malang. (Foto: Dicky Hanafi/Tugu Jatim)

Berdasarkan pantauan relawan Tugu Media Peduli di lapangan pada Selasa (25/05/2021), masjid yang terletak di wilayah Jengger, RT 11 Rw 07, Dusun Purwosari, ini mengalami banyak retakan di tembok dalam dan luar masjid. Bahkan, terkesan akan roboh. Selain itu, tembok di sekeliling masjid sudah ada yang roboh dan belum ada penanganan.

Kepala takmir Masjid Sabilul Huda Burhan membenarkan kondisi tersebut, masjid ini minim adanya donatur untuk kebutuhan material sehingga belum bisa melakukan pembangunan.

“Iya betul, kan mau dibangun. Kalau dibongkar dan bahannya gak cukup, kan jadi macet pembangunannya,” terangnya.

Burhan mengungkapkan, masih banyak membutuhkan bantuan bahan material dari para donatur untuk Masjid Sabilul Huda.

Banyak retakan di Masjid Sabilul. (Foto: Dicky Hanafi/Tugu Jatim)
Banyak retakan di Masjid Sabilul. (Foto: Dicky Hanafi/Tugu Jatim)

“Masih banyak yang dibutuhkan. Seperti beton eser, bata merah, pasir, dan koral. Untuk tenaga pembangunan, kami siap dari swadaya masyarakat,” lanjutnya.

Bantuan dari pemerintah pusat maupun daerah juga belum tampak secara fisik. Dia menambahkan, bantuan langsung yang nyata diberikan donatur adalah dari Dewan Masjid Kecamatan Dampit, Desa Srimulyo, dan Tugu Media Peduli.

“Yang terbesar bantuan baru dari dewan masjid Kecamatan Dampit dan dari Panjenengan (Tugu Media Peduli),” ungkapnya.

Bagian Masjid Sabilul yang roboh. (Foto: Dicky Hanafi/Tugu Jatim)
Bagian Masjid Sabilul yang roboh. (Foto: Dicky Hanafi/Tugu Jatim)

Untuk diketahui, Desa Srimulyo, Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang, ini minim mendapat bantuan karena aksesnya yang sangat sulit untuk dilalui kendaraan besar dengan muatan yang lebih. Salah satu relawan dari Desa Srimulyo bernama Yulianto mengungkapkan, beberapa donatur dan relawan yang memilih membatalkan dan memutuskan putar balik karena kondisi jalan yang membahayakan.

“Jalan di situ itu menjadi hambatan kami, justru dari beberapa pihak informasi jalannya sulit. Dan kemarin kami sudah dari Brawijaya. Mereka balik, gak jadi ke sini,” jelasnya.

Untuk diketahui, Donasi Gempa Malang yang kini perolehannya sudah tembus Rp 241.949.999 itu terinspirasi dari Dr Aqua Dwipayana. Dia yang membaca berita Gempa Malang melalui tugumalang.id dan tugujatim.id, spontan menyumbang Rp 10 juta. Donasi tersebut didapat dari hasil penjualan dua buku terbarunya yang merupakan bagian dari serial Trilogi The Power of Silaturahim yang berjudul “Humanisme Silaturahim Menembus Batas: Kisah Inspiratif Persahabatan Aqua Dwipayana-Ventje Suardana (Satu Kesamaan Yang Mampu Mengatasi Sejuta Perbedaan)” serta “Berkarya dan Peduli Sosial Gaya Generasi Milenial: Kisah Inspiratif Dua Bersaudara Alira-Savero Dwipayana Bergiat untuk Sesama”.

Meski belum diperbaiki, warga tetap beribadah di Masjid Sabilul yang roboh. (Foto: Dicky Hanafi/Tugu Jatim)
Meski belum diperbaiki, warga tetap beribadah di Masjid Sabilul yang roboh. (Foto: Dicky Hanafi/Tugu Jatim)

Karena aksi spontanitas Dr Aqua Dwipayana inilah, manajemen Tugu Media Group langsung membuka donasi tersebut. Selain dari Dr Aqua Dwipayana, donasi juga datang dari CSR BCA senilai Rp 100.000.000, CEO PT Paragon Technology and Innovation Salman Subakat senilai Rp 25.000.000, Direktur Utama BCA Jahja Setiaatmadja yang memberi donasi pribadi Rp 15 juta, dan pengusaha asal Jogjakarta Tjia Edy Susanto yang membantu Rp 15 juta.

Ada juga Presiden Direktur PT Duta Anggada Realty Ventje Suardana yang mengirim sumbangan Rp 10 juta. Lalu sumbangan dari PT DnV Internasional Makmur Gemilang Rp 7 juta. Juga dari pengusaha yang berasal dari Kediri Nanang Suswandono sebanyak Rp 5 juta, dan ada sejumlah pengusaha lainnya.

Sampai saat ini, sudah dilaksanakan penyaluran bantuan tahap pertama dan kedua oleh Tugu Media Group. Dan penyaluran donasi tahap ketiga baru saja disalurkan pada Selasa (25/05/2021) di 4 kecamatan. Yaitu, di Kecamatan Kalipare, Dampit, Tirtoyudo, dan Ampelgading.

 

  • Bagikan