TUBAN, Tugujatim.id – Petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Tuban harus menyemprot jalanan yang licin akibat Tumpahan Gula Merah Cair di jalur Singgahan–Parengan, Desa Ngawun, Kecamatan Parengan, Sabtu (20/9/2025) pagi.
Tindakan ini dilakukan setelah adanya laporan warga, yang mengabarkan kondisi jalan sangat berbahaya bagi pengguna kendaraan, khususnya pengendara motor. Laporan pertama kali diterima Pos Damkar Singgahan sekitar pukul 10.21 WIB adanya tumpahan gula merah bekas kecelakaan yang membuat aspal lengket sekaligus licin.
Menindaklanjuti laporan itu, Tim Damkar langsung bergerak cepat. Armada diberangkatkan pukul 10.33 WIB, dan tiba di lokasi sekitar pukul 10.41 WIB. Tanpa menunggu lama, petugas mulai melakukan penyemprotan jalan dengan air bertekanan tinggi untuk melarutkan gula merah yang menempel di permukaan aspal.
Kepala Bidang Damkar Satpol PP dan Damkar Tuban, H. Sutaji, mengatakan langkah cepat dilakukan untuk mengantisipasi kecelakaan lanjutan.

“Kami menerima laporan dari Kades Ngawun, ada tumpahan gula merah di jalan. Tim dari Pos Singgahan langsung kami turunkan untuk melakukan penyemprotan dan pembersihan. Alhamdulillah, dalam waktu kurang dari satu jam, jalan kembali normal dan aman dilalui,” ujar Sutaji kepada Tugujatim.id, Minggu (21/09/2025).
Dalam prosesnya, Damkar menurunkan satu unit armada beserta personel. Petugas juga dibantu warga sekitar yang ikut mengatur lalu lintas agar kendaraan tetap bisa melintas dengan aman selama jalan dibersihkan.
“Tidak ada kesulitan berarti, karena armada yang kami gunakan memang sudah biasa untuk penyemprotan. Hanya kali ini fungsinya bukan untuk memadamkan api, tapi membersihkan gula merah di jalan,” tambahnya.
Beruntung, dari insiden ini tidak ada korban jiwa maupun kerugian materiil. Meski begitu, sebelum ditangani petugas, beberapa pengendara sempat tergelincir karena kondisi jalan yang licin. Situasi itu membuat warga semakin waswas dan segera melapor agar penanganan cepat dilakukan.
Kasus tumpahan gula merah ini menjadi contoh bahwa bukan hanya oli atau solar yang bisa membahayakan di jalan raya. Bahan makanan dalam jumlah besar pun, ketika tercecer, mampu menimbulkan risiko yang sama berbahayanya.
“Kalau ada kejadian serupa, kami imbau masyarakat segera melaporkan agar bisa cepat kami tangani. Jangan sampai membahayakan pengguna jalan lain,” tegas Sutaji.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter: Mochamad Abdurrochim
Editor: Darmadi Sasongko








