MOJOKERTO, Tugujatim.id – Jembatan peninggalan masa kolonial Belanda di Mojokerto bakal tersentuh perbaikan. Rencana Jembatan Pagerluyung bakal diperbaiki pada 2026.
Jembatan alternatif penghubung Sooko dan Gedeg ini sudah berdiri sejak masa kolonial Belanda. Selain faktor usia, ukuran jembatan tersebut membuat tidak leluasa dilewati kendaraan berbagai ukuran. Padahal jembatan ini menjadi akses penting truk pengangkut tebu menuju pabrik gula.
“Anggaran perbaikan disiapkan untuk tahun depan. Saat ini proses pengajuan. Karena konstruksi bangunan yang sudah tua harus dikerjakan dengan hati-hati,” ungkap Manajer Keuangan dan Umum PG Gempolkrep, Choiron Syakur.
Terkini jembatan alternatif tersebut hanya boleh dilewati secara bergantian oleh truk dengan stiker khusus. Sementara kendaraan darurat dan prioritas seperti ambulans, pemadam kebakaran atau kendaraan pengamanan tetap dibolehkan melintas.
“Koordonasi dengan pihak PUPR serta konsultan jembatan sudah kami lakukan. Jembatan juga sedang diawasi ketat. Tapi untuk kebutuhan giling, kendaraan yang melintas dari arah selatan tetap dibolehkan namun bergantian,” tandas Choiron.
Sebelumnya jembatan Pagerluyung sempat mengalami kerusakan cukup serius pada 2024 lalu. Kerusakan ini terjadi akibat debit air Sungai Brantas yang tinggi dibarengi dengan sampah yang tersangkut di bawah jembatan.
Tak pelak, kerusakan tersebut membuat jembatan Pagerluyung harus ditutup selama sementara. Penutupan ini untuk membersihkan sampah yang tersangkut di bawah jembatan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter: Hanif Nanda Zakaria
Editor: Darmadi Sasongko








