Javier Roca Waspadai Latar Belakang Aji Santoso

Jelang Big Match Arema FC vs Persebaya Surabaya

javier roca tugu jatim
Pelatih Arema FC, Javier Roca. Foto: dok Tugu Jatim

MALANG, Tugujatim.idLiga 1 2022-2023 akan kembali menyajikan derby Jatim. Kali ini, dua tim besar di Jatim yakni Arema FC akan menjamu Persebaya Surabaya, di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, pada Sabtu (1/10/2022) besok.

Laga bergengsi ini nampaknya akan menjadi laga sarat gengsi. Apalagi, keduanya memiliki ikatan rival yang panjang, baik secara tim maupun suporter. Bertekad menang, Pelatih Arema FC, Javier Roca masih tetap mewaspadai racikan strategi pelatih Persebaya Surabaya, Aji Santoso.

Menurut Roca, sosok Aji Santoso bukan sosok yang asing. Aji Santoso merupakan pelatih lokal berpengalaman di Indonesia. Bahkan, Roca juga menjadikannya sosok panutan. ”Dia juga sudah lama merumput di Indonesia. Dia juga mantan pemain Arema juga pernah jadi pelatih di Arema. Jadi saya gak bisa berleha-leha melawan dia nanti,” kata Roca, pada Jumat (30/9/2022).

Sebab itulah, sejak sepekan kemarin, dia memberi porsi latihan ketat terhadap pemain. Baik secara fisik maupun taktik. Roca tahu permainan Persebaya Surabaya selama beberapa laga terakhir sangat berbahaya. ”Saya bisa bilang permainan mereka taktikal dan cukup menghibur. Tapi saya juga pernah di sana (Persebaya Surabaya). Aji juga pernah di Arema FC. Jadi nanti akan menarik juga,” ucapnya.

Arema FC saat ini berada di posisi sembilan dengan perolehan total 14 poin. Sementara, Persebaya Surabaya berada di peringkat 14 dengan total perolehan 10 poin.

Dalam laga derby Jatim itu, sayangnya tidak akan ada pemandangan perdamaian dari tribun karena Panpel Arema FC memutuskan untuk tidak mengalokasikan tiket untuk suporter Persebaya Surabaya, Bonek.

Hal ini melihat dari derasnya isu provokasi yang masih bergulir di media sosial antar suporter kedua tim. Berdasarkan hasil kesepakatan, Panpel Arema FC tidak memberi jatah tiket untuk menjaga kondusifitas.

“Langkah antisipasi sejak jauh-jauh hari sudah dilakukan. Kami putuskan mematuhi arahan polisi. Untuk tidak memberikan kuota pada pendukung Persebaya di Kanjuruhan,” terang Panpel Arema FC, Abdul Haris.

Berikut delapan poin rapat koordinasi Aremania :

1. Panpel Arema FC setelah melakukan koordinasi dengan Aremania sepakat untuk tidak memberikan kuota untuk suporter tim tamu, Persebaya Surabaya hal ini sesuai dengan perjanjian yang disepakati di Polda Jatim pada 2006 lalu yang menyebutkan bahwa kedua suporter tidak saling mengunjungi.

2. Tidak ada sweeping Plat L maupun sejenisnya ketika pertandingan Arema FC vs Persebaya Surabaya.

3. Aremania menyatakan siap menerapkan hukum adat Aremania jika ada aksi anarkis, copet, dan masuk stadion tanpa tiket.

4. Aremania menyerukan kepada tim Arema FC bahwa laga lawan Persebaya Surabaya wajib dimenangkan.

5. Aremania meminta bantuan kepada kepolisian untuk melakukan pengawalan pada Aremania luar kota yang menyaksikan pertandingan di Stadion Kanjuruhan.

6. Saling membantu menyiapkan konsumsi berupa nasi bungkus untuk Aremania luar kota dan mengatur kepulangannya berkoordinasi dengan pihak keamanan dan jika diperlukan bisa menginap di Stadion Kanjuruhan.

7. Mendorong pihak berwajib, manajemen Arema FC untuk menertibkan akun-akun sosial media yang melakukan tindakan provokatif dan tidak bertanggung jawab. Aremania mendesak admin akun sosial media untuk bertemu dan saling sharing dengan manajemen dan Aremania.

8. Demi keamanan, Aremania memohon kepada pihak keamanan untuk melakukan sweeping di pintu-pintu masuk agar tidak tidak adanya penyusup yang berpotensi adanya kericuhan.