TUBAN, Tugujatim.id – Kabar duka jatuhnya helikopter PK-CFX di Kalimantan Barat kian terasa dekat bagi warga Tuban. Salah satu korban, pilot heli Capt. Marindra W, diketahui memiliki keluarga yang tinggal di Kelurahan Baturetno, Kecamatan Tuban.
Berdasarkan pantauan di lokasi pada Jumat pagi (17/04/2026) di rumah orang tua korban tampak sepi.
Baca Juga: Cerita Pilot Helikopter Jatuh di Kalbar Diduga Pernah Tinggal di Tuban
Ketua RT 04, RW 01, Kelurahan Baturetno, Kecamatan Tuban, Arifin, 62, yang rumahnya berdekatan dengan keluarga korban, membenarkan bahwa orang tua Marindra telah berangkat ke Surabaya.
“Tadi pagi sekitar setengah tujuh sudah berangkat ke Surabaya, ke rumah duka anaknya,” ujarnya.
Arifin menyebut, informasi awal mengenai musibah tersebut justru dia terima dari televisi. Namun, kepastian bahwa korban pilot heli yang jatuh adalah Marindra baru diperoleh setelah ada komunikasi dari kerabat dan pihak terkait.

“Awalnya saya dengar dari TV malam itu. Terus ada informasi dari kenalan, katanya itu anaknya Pak Sudiyono. Saya langsung coba konfirmasi ke orang tuanya, tapi waktu itu informasinya masih belum jelas,” tuturnya.
Kepastian kabar duka itu, Arifin melanjutkan, baru diperkuat setelah aparat kewilayahan datang ke rumah keluarga korban.
“Malamnya itu babinsa datang ke sini, memberi tahu kalau sudah ada kepastian bahwa anaknya ikut dalam kejadian itu,” imbuhnya.
Profil Singkat Capt. Marindra W
Untuk diketahui, Capt. Marindra W merupakan anak kedua dari pasangan Sudiyono dan Prapti Indah Lestari. Keluarga tersebut telah lama tinggal di Baturetno, Tuban, bahkan sejak awal 2000-an.
“Sudah lama tinggal di sini, mungkin sejak tahun 2000-an sampai sekarang,” kata Arifin.
Dia juga mengenal latar belakang keluarga korban yang sebagian besar berkecimpung di dunia militer dan penerbangan. Bahkan, beberapa saudara Marindra disebut juga berprofesi sebagai pilot.

“Setahu saya dulu beliau pilot di angkatan laut, kemudian sekarang di swasta. Keluarganya juga banyak yang jadi penerbang,” jelasnya.
Meski memiliki latar belakang mentereng, sosok Marindra di mata tetangga dikenal sederhana. Namun, karena kesibukannya sebagai pilot, interaksi dengan warga sekitar tidak terlalu intens.
“Ya seperti biasa saja, orangnya tidak neko-neko. Tapi karena pekerjaannya, pulangnya juga tidak sering,” ungkapnya.
Baca Juga: Serpihan Diduga Ekor Helikopter PK-CFX Ditemukan di Hutan Sekadau Kalbar
Dia mengatakan, Marindra juga sering pulang ke rumah orang tuanya setiap kali momentum Lebaran. Selain sungkem ke orang tuanya, juga sering menyapa tetangganya.
Saat ini, keluarga besar tengah berkumpul di Surabaya untuk menunggu perkembangan informasi terkait proses evakuasi korban. Warga sekitar pun turut merasakan duka mendalam atas musibah tersebut.
Diberitakan sebelumnya, helikopter sipil jenis Airbus H-130 dengan registrasi PK-CFX diduga kecelakaan di wilayah Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat, Kamis (16/04/2026). Helikopter tersebut membawa delapan orang, terdiri dari dua kru dan enam penumpang.
Sebelum dilaporkan jatuh, pesawat sempat hilang komunikasi sekitar pukul 08.39 WIB, hanya beberapa menit setelah lepas landas.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Mochamad Abdurrochim
Editor: Dwi Lindawati








