Jelang Lebaran, Pengusaha Kue Kering asal Kota Malang Kebanjiran Order - Tugujatim.id

Jelang Lebaran, Pengusaha Kue Kering asal Kota Malang Kebanjiran Order

  • Bagikan
Kue kering Ono Ae Food buatan Wilda Uliarosa Damayanti yang kebanjiran pembeli. (Foto: Dokumen/Ono Ae Food)
Kue kering Ono Ae Food buatan Wilda Uliarosa Damayanti yang kebanjiran pembeli. (Foto: Dokumen/Ono Ae Food)

MALANG, Tugujatim.id РSalah satu tradisi Indonesia jelang Lebaran: berburu kue Lebaran. Ya, hal itulah yang kini terjadi saat ini. Tak heran, pengusaha kue kering  asal Kota Malang, Wilda Uliarosa Damayanti pun kuwalahan karena kebanjiran orderan dari para pembeli.

Owner Ono Ae Food tersebut mengaku jika usaha kue kering yang ia jul melalui platform online tersebut membeludak sepekan menjelang Hari Raya Idul Fitri tahun 2021 ini. Bahkan, pihaknya mengaku sempat menerima sebanyak 500 kue kering dalam sehari.

“Awal bulan Ramadhan ini masih biasa ya sampai aatu minggu mau Hari Raya ini langsung baik. Rata-raya sehari sampai 200 toples, bahkan kemarin ada yang sampai 500 (toples) pesanan satu hari,” ujarnya

Adapun, sederet kue kering yang dijualnya sangat beragam. Ada kue nastar, castangel, sagu keju, snow white, choco stik, banana cookies, hingga rainbow milk. Harganya pun cukup terjangkau, kisaran Rp 50 ribu – Rp 75 ribu, tergantung jenis varian kuenya.

Menurut Wilda, dari semua varian kue kering yang dibuatnya, jenis rainow milk yang tak pernah sepi mengisi daftar pesanan.

Kue kering Ono Ae Food buatan Wilda Uliarosa Damayanti yang kebanjiran pembeli. (Foto: Dokumen/Ono Ae Food) kota malang
Kue kering Ono Ae Food buatan Wilda Uliarosa Damayanti yang kebanjiran pembeli. (Foto: Dokumen/Ono Ae Food)

“Menurut customer ku kue kering Rainbow Milk sudah habis sebelum lebaran. Selain rasanya enak juga sangat disukai, apalagi anak-anak. Lihat warnanya saja suka naksir,” imbuh Wilda

Iapun tak menyangka, sejak membangun bisnis di tahun 2015, pesanan tahun ini, kata dia, memang yang paling banyak.

Naiknya jumlah pesanan ini, lanjut Wilda, selain memang kualitas yang diutamakan juga adanya larangan mudik lebaran. Pasalnya, ia merasa banyak customer yang memesan hampers berisikan kue kering buatannya untuk dikirimkan ke berbagai daerah sebagai penyemarak momen lebaran.

“Paling jauh pernah dari Kalimantan dan Makassar pesan juga. Biasanya untuk kemasan hampers bervariasi, customer bisa request jumlah kue keringnya. Bisa satu toples kue kering, dua, tiga atau sebaginya. Kemasannya juga sudah termasuk pernak pernik, kartu ucapan, dan pemanis lain,” imbuh alumnus Ilmu Komunikasi, Universitas Muhammadiyah Malang ini.

Kendati demikian, ia sangat bersyukur dengan adanya banjir orderan ini. Setelah pandemi yang sempat membatasi segala aktivitas dan perekonomian, kini bisa kembali pulih secara perlahan.

“Pandemi kan kadang naik turun ya pembeli, tapi sekarang ini alhamdulillah pesanan membludak. Tetap di jalankan dengan bahagiam. Meski sedikit istirahat, tapi mikir lagi kalau kue kering ini tidak setiap hari ramai. Identiknya dengan kue lebaran atau kue musiman jadi selama pesanan membludak ya tetap di terima saja,” tandasnya.

  • Bagikan