MOJOKERTO, Tugujatim.id – Pekan depan merupakan jadwal penetapan Daftar Calon Sementara (DCS) di Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur. Sebelum DCS resmi diumumkan, beberapa partai politik (parpol) masih mengutak-atik nama bacaleg maupun daerah pemilihan (dapil).
Hal ini dikonfirmasi oleh Divisi Teknis KPU Kabupaten Mojokerto, Achmad Arif. Menurut Arif, selama Daftar Calon Tetap (DCT) belum ditetapkan, parpol masih bisa melakukan perubahan.
“Itu dilakukan sesuai dengan mekanisme yang berlaku. Selain itu kesempatan perubahan sudah kami sampaikan saat menyampaikan berita acara hasil perbaikan,” kata Arif, pada Minggu (13/8/2023).
Arif merujuk pada rapat penyampaian berita acara hasil perbaikan pada Minggu (6/8/2023) lalu. Pada rapat ini juga telah disepakati empat hal perubahan, di antaranya perpindahan dapil, pergantian bacaleg, perubahan administrasi bacaleg yang berstatus Tidak Memenuhi Syarat (TMS) berdasarkan berita acara pada Minggu (6/8/2023), dan perubahan pada gambar parpol, nama bacaleg atau foto bacaleg bila terdapat kekeliruan.
“Mayoritas parpol mengubah keempat hal tersebut. Ada yang mengubah bacaleg, ada yang hanya mengubah dapil. Macam-macam yang diubah,” tambah Arif.
Meski demikian, Arif belum dapat memberikan rincian perubahan dari 18 parpol peserta Pemilu 2024 tersebut. Arif hanya dapat memberi keterangan bahwa hampir semua parpol mengajukan perubahan.
“Mungkin sebelum DCS kami bisa informasikan tentang hasil rekapan, karena pencermatan baru selesai juga,” beber Arif.
Sekretaris DPC PKB Kabupaten Mojokerto, Masduqi Hasan mengatakan bahwa pihaknya turut melakukan perubahan pada rentang waktu yang tersedia. “Memang ada perubahan. Ada yang mundur, ada juga yang pindah dapil. Tapi alhamdulillah semua sudah klir, sudah aman,” ujarnya.
Sementara itu, pada 16-17 Agustus 2023 akan dilakukan penyusunan DCS. Kemudian, hasil penyusunan tersebut ditetapkan pada 18 Agustus 2023. Lalu, hasil penetapan akan diumumkan sejak 19-23 Agustus 2023. Kemudian, pada 19-28 Agustus 2023, KPU Kabupaten Mojokerto menerima masukan dari masyarakat tentang DCS tersebut.
Reporter: Hanif Nanda
Editor: Lizya Kristanti








