Jelang Pilkada Kabupaten Malang, LSI Harap Angka Golput Tak Meningkat

  • Bagikan
Ilustrasi golonga putih (Golput). (Foto: Pixabay)

MALANG – Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA mengkhawatirkan jika nantinya jumlah warga yang Golput (Golongan Putih) di Kabupaten Malang meningkat.

Peneliti LSI Denny JA, Dito Arief mengungkapkan jika tingkat ketidaksukaan masyarakat pada pejabat yang terus meningkat bisa jadi sangat berpengaruh pada angka Golput.

Sumbangan Kemanusiaan Gempa Malang

“Saya lebih melihat ketidaksukaan dan respon masyarakat terhadap Pilkada sendiri. Saya khawatirnya malah muncul gerakan untuk tidak menggunakan hak pilih karena tidak suka terhadap pemimpin-pemimpin yang ada,” ungkapnya saat dihubungi pada Senin (10/08/2020).

Perasaan tidak suka ini menurut Dito, disebabkan perilaku-perilaku pejabat yang tidak menunjukkan rasa empati pada masyarakat.

“Yang dikhawatirkan itu, perasaan-perasaan masyarakat ketika melihat hal di luar kelaziman,” jelasnya.

“Sehingga tingkat kesukaran pada beliau (pejabat) mungkin menjadi turun. Bisa saja yang awalnya suka, tapi setelah melihat adegan tersebut menjadi tidak suka,” bebernya.

Karenanya, diprediksi bakal makin banyak warga yang bersikap apatis dalam Pilkada Kabupaten Malang 2020.

“Atau yang tadinya belum menentukan pilihan, melihat adegan tersebut menjadi apatis atau skeptis dengan Pilkada Kabupaten Malang,” paparnya.

Namun, Dito menegaskan jika pernyataannya ini hanya prediksi dan perlu pembuktian secara elektoral.

“Secara elektoral mungkin perlu dibuktikan saat Pilkada, tapi arah kesana itu memungkinkan ketika respon masyarakat itu negatif,” tukasnya.

 

Reporter: Rizal Adhi Pratama
Editor: Gigih Mazda

  • Bagikan