PASURUAN, Tugujatim.id – Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo meninjau langsung proyek penggantian dan peninggian Jembatan Bokwedi Pasuruan, Minggu (17/05/2026). Proyek tersebut dipercepat sebagai upaya mengatasi banjir tahunan Kali Petung yang selama ini kerap mengganggu jalur vital Pantura.
Dalam kunjungannya, Menteri PU menegaskan peninggian jembatan di Jalan Ir H Juanda, Kota Pasuruan ini menjadi langkah penting karena kondisi sungai saat ini semakin menyempit dan dangkal akibat sedimentasi. Kondisi tersebut diperparah dengan kiriman material kayu dan sampah dari wilayah hulu saat hujan deras terjadi.
“Jembatan ini memang harus ditinggikan karena kondisi sungai mulai menyempit dan mendangkal. Saat hujan deras di wilayah hulu, air membawa material kayu dan sampah yang akhirnya menyumbat aliran sungai,” ujar Dody di lokasi proyek.
Antisipasi Banjir dan Sumbatan Sungai
Menurut Dody, jika jembatan dan jalur rel kereta api di sekitar lokasi tidak segera ditinggikan, material sampah akan terus menumpuk dan menyebabkan aliran sungai tersumbat. Akibatnya, air meluap hingga merendam jalan nasional serta kawasan permukiman di sekitarnya.
Saat ini, pembersihan area kanan dan kiri sungai juga mulai dilakukan untuk memperlancar aliran air menuju hilir.
“Dengan ditinggikannya jembatan ini, kita ingin menghindari sumbatan agar air sungai tetap bisa mengalir lancar,” katanya.
Baca Juga : Jalur Pantura Pasuruan Langganan Banjir, Sungai Petung Dinormalisasi
Proyek Dimulai Setelah Arus Mudik Lebaran
Pengerjaan fisik proyek Jembatan Bokwedi telah dimulai sejak awal April 2026. Kementerian PU sengaja memulai pekerjaan setelah momentum mudik Lebaran agar tidak mengganggu mobilitas masyarakat di jalur Pantura.
Sebelumnya, proyek tersebut diperkirakan rampung pada September hingga Oktober 2026 sesuai target dari Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Timur-Bali.
Namun, pemerintah kini berupaya mempercepat pengerjaan agar dampak kemacetan akibat penutupan total jalur bisa segera teratasi.
Ditargetkan Bisa Dilalui Saat Nataru
Menteri Dody memastikan pemerintah menargetkan Jembatan Bokwedi Pasuruan sudah dapat difungsikan sebelum libur Natal 2026 dan Tahun Baru 2027.
“Insyaallah saat momentum Natal dan Tahun Baru nanti, jembatan ini sudah bisa dilewati dan berfungsi penuh,” tegasnya.
Kementerian PU juga mengapresiasi dukungan masyarakat, kepolisian, dan Dinas Perhubungan yang ikut mengawal rekayasa lalu lintas selama proyek berlangsung.
Pembangunan ulang Jembatan Bokwedi diharapkan menjadi solusi jangka panjang untuk mengurangi banjir di kawasan Kali Petung sekaligus memperlancar distribusi logistik nasional di jalur utama Jawa Timur.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Editor: Mochamad Abdurrochim








