TUBAN, Tugujatim.id – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Parengan semalaman menyebabkan jembatan penghubung di Desa Dagangan, Kabupaten Tuban, patah dan ambrol. Peristiwa tersebut diketahui warga pada Senin pagi (22/12/2025) saat aktivitas mulai berjalan dan kondisi jembatan sudah tidak bisa dilalui.
Jembatan penghubung selama ini menjadi akses penting antarwilayah desa itu kini mengalami kerusakan cukup parah. Bagian tengah jembatan dilaporkan ambruk sehingga membentuk celah besar yang berpotensi membahayakan pengguna jalan. Untuk mencegah terjadinya kecelakaan, warga langsung menutup akses jembatan dengan pagar seadanya.
Salah satu warga Desa Dagangan, Arifin, mengatakan, tidak ada warga yang melihat secara langsung detik-detik jembatan penghubung ambrol. Pasalnya, kejadian tersebut berlangsung pada malam hari saat hujan deras mengguyur wilayah setempat.
Baca Juga: Banjir Jember Hancurkan Jembatan, Warga Desa Jubung Tempuh Jarak 5 Kali Lipat Lebih Jauh
“Kejadiannya malam hari, jadi tidak ada yang tahu persis saat jembatan ambrol. Tapi ada warga yang sempat melintas malam itu dan mengetahui jembatan sudah rusak. Setelah itu jalannya langsung dipagari supaya tidak dilewati,” ujar Arifin.
Menurut Arifin, jembatan tersebut merupakan jalur yang cukup sering dilalui warga untuk berbagai keperluan, mulai dari aktivitas sehari-hari hingga akses menuju lahan pertanian. Karena itu, ambrolnya jembatan cukup mengganggu mobilitas warga.
Mengetahui kondisi tersebut, warga bersama perangkat desa segera berkoordinasi untuk melakukan langkah darurat. Akses jembatan ditutup, sementara informasi kejadian disampaikan kepada pemerintah desa agar segera dilaporkan ke tingkat kecamatan.
Jembatan Belum Pernah Perbaikan Besar-besaran
Kepala Desa Dagangan, Kecamatan Parengan, Abdul Wahab membenarkan ambrolnya jembatan tersebut. Dia menjelaskan bahwa jembatan itu merupakan bangunan lama yang telah berdiri sejak puluhan tahun lalu dan belum pernah mengalami perbaikan besar.
“Jembatan itu dibangun sekitar 25 tahun yang lalu. Usianya memang sudah cukup tua,” jelasnya saat dikonfirmasi.
Sebagai solusi sementara, pihak desa bersama warga berinisiatif membangun jembatan darurat dari bahan kayu. Pengerjaan dilakukan secara gotong royong agar akses warga tidak terputus total, meski hanya bisa dilalui secara terbatas.
“Sementara ini warga bergotong royong membuat jembatan darurat dari kayu,” imbuhnya.
Dia juga menyampaikan, pihaknya telah melaporkan kejadian tersebut kepada pemerintah kecamatan. Bahkan, pada hari yang sama, camat Parengan telah turun langsung ke lokasi untuk melakukan survei dan melihat langsung kondisi jembatan yang ambrol.
“Sudah kami laporkan ke kecamatan, dan tadi juga sudah disurvei oleh Pak Camat,” pungkasnya.
Pemerintah desa berharap ada tindak lanjut dari instansi terkait agar jembatan di Desa Dagangan dapat segera ditangani secara permanen, mengingat fungsinya yang vital bagi aktivitas dan mobilitas warga setempat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Mochamad Abdurrochim
Editor: Dwi Lindawati








