JEMBER, Tugujatim.id – Pemerintah Kabupaten Jember tengah mengambil langkah strategis untuk mengangkat kawasannya menjadi pusat transit wisata utama di wilayah Jawa Timur.
Strategi ini direalisasikan melalui kolaborasi dengan sejumlah operator tur dari berbagai kota, termasuk Denpasar, Yogyakarta, Surakarta, dan ibu kota negara.
Inisiatif tersebut muncul bersamaan dengan beroperasinya rute penerbangan komersial yang menghubungkan Bandara Jember secara langsung dengan Halim Perdanakusuma serta Ngurah Rai.
Bobby Arie Sandy, pejabat yang mengepalai sektor pariwisata dan kebudayaan daerah setempat, memaparkan bahwa kedatangan para pengusaha sektor wisata ini bertujuan memperkenalkan ragam objek wisata yang dimiliki Jember.
Mulai dari kawasan dataran tinggi, garis pantai, hingga destinasi bertema agrowisata dan pusat riset ilmiah.
“Selama ini mereka tidak menyadari letak Jember yang sebenarnya sangat menguntungkan secara geografis. Akses menuju Bromo, Semeru, Senduro, bahkan Kawah Ijen ternyata lebih singkat dan hemat waktu bila melalui Jember,” ungkap Bobby saat dikonfirmasi pada Rabu (17/12/2025).
Menurutnya, durasi perjalanan udara ke Jember hanya membutuhkan waktu sekitar 60 menit, jauh lebih praktis dibanding rute darat yang sebelumnya bisa memakan waktu setengah hari penuh atau lebih.
Keadaan ini membuka ruang bagi pengembangan paket wisata antar-wilayah dengan menjadikan Jember sebagai pintu masuk utama.
Tak hanya menonjolkan daya tarik alam, Bobby juga menyoroti keunikan wisata agro seperti perkebunan karet dan kopi, serta hadirnya lembaga penelitian kakao yang diprediksi akan menarik minat wisatawan dari benua Eropa.
Sebagai bentuk dukungan nyata, pemerintah daerah memberikan kemudahan berupa penyediaan transportasi tanpa biaya bagi grup wisatawan dengan jumlah minimal sepuluh orang yang tiba melalui jalur udara.
Armada kendaraan telah disiapkan untuk perjalanan lanjutan menuju destinasi populer seperti Bromo, Semeru, dan Kawah Ijen.
“Kami ingin membangun jaringan perjalanan wisata dengan Jember sebagai basis awal. Ini bukan hanya sekedar kampanye promosi, tetapi implementasi langsung agar sistem ini benar-benar berfungsi,” tandas Bobby.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter: Diki Febrianto
Editor: Darmadi Sasongko








