JEMBER, Tugujatim.id – Kabupaten Jember berhasil membawa pulang penghargaan bergengsi UHC Award 2026 untuk kategori Madya.
Penghargaan ini mengukuhkan dedikasi Pemerintah Daerah Jember dalam menyediakan layanan kesehatan yang merata bagi seluruh lapisan masyarakat.
Penobatan ini berlangsung di JIExpo Kemayoran, Jakarta, pada Selasa (27/1/2026). Hadir dalam acara tersebut beberapa petinggi negara seperti Menko PMK Muhaimin Iskandar, Wamendagri Ribka Haluk, Menkes Budi Gunadi Sadikin, dan Dirut BPJS Kesehatan Prof. Ghufron Mukti.
Penghargaan UHC Awards diberikan pemerintah pusat kepada daerah-daerah yang menunjukkan performa cemerlang dalam mengimplementasikan Program JKN, meliputi jangkauan peserta, regulasi pendukung, hingga kontinuitas pendanaan.

Data terkini per awal tahun ini menunjukkan bahwa 96,5 persen penduduk Jember telah terdaftar sebagai peserta JKN, angka yang melampaui capaian nasional. Hal ini membuktikan bahwa hampir semua penduduk memiliki jaminan perlindungan biaya kesehatan.
Pencapaian gemilang ini tak terlepas dari langkah strategis pemerintah daerah yang rutin menyediakan dana APBD untuk program PBID, terutama bagi warga kurang mampu dan kelompok marginal.
Muhammad Fawait selaku Bupati menyatakan bahwa prestasi ini merupakan hasil kerja keras bersama dan hadiah istimewa untuk rakyat Jember. Menurutnya, kesehatan masyarakat menjadi fokus utama dalam program kepemimpinannya.
“Ini bukan titik akhir perjuangan kita. Yang terpenting adalah memastikan setiap warga Jember dapat berobat tanpa rasa khawatir soal biaya. Kehadiran negara harus nyata, dan UHC adalah bukti konkretnya,” tutur bupati yang akrab disapa Gus Fawait itu.
Ia menambahkan, status UHC Kategori Madya menjadi landasan kuat bagi Jember untuk terus mengembangkan sistem kesehatan yang adil dan berkesinambungan.
Tak hanya memperluas cakupan kepesertaan, pemerintah daerah juga melakukan perbaikan komprehensif terhadap infrastruktur dan standar pelayanan di seluruh fasilitas kesehatan, mulai dari puskesmas hingga Rumah Sakit Daerah (RSD).
“Kombinasi antara jaminan pembiayaan lewat JKN dan peningkatan kualitas sarana-prasarana kesehatan menjadi faktor penentu kesuksesan Jember meraih kategori ini,” jelas Gus Fawait.
Harapannya, prestasi Jember dapat memotivasi wilayah lain untuk mempercepat realisasi cakupan kesehatan universal, mendukung visi pembangunan nasional Indonesia Emas 2045.
Untuk masa mendatang, Pemkab Jember bertekad memelihara sekaligus meningkatkan standar pelayanan kesehatan supaya setiap penduduk mendapatkan haknya secara mudah, cepat, dan merata.
“Penguatan sektor kesehatan berjalan beriringan dengan pemberdayaan ekonomi rakyat, peningkatan kualitas SDM, serta pembangunan infrastruktur dasar yang adil,” tutup Gus Fawait.
Di bawah kepemimpinannya, Pemkab Jember terus mengakselerasi transformasi pelayanan publik yang akuntabel, tanggap, dan berpihak pada kemakmuran rakyat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter: Diki Febrianto
Editor: Darmadi Sasongko








