JEMBER, Tugujatim.id – Ketegangan yang terjadi di Timur Tengah akibat konflik Iran-Israel mendorong Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember untuk fokus pada pemberdayaan ekonomi lokal.
Bupati Jember Muhammad Fawait menerangkan keterhubungan ekonomi global saat ini menuntut kesiapsiagaan dalam menghadapi faktor-faktor dari luar pasar keuangan, seperti ketegangan antara Iran-Israel.
Dalam forum sidang legislatif daerah, Gus Fawait, sapaan akrabnya, menguraikan visinya tentang kemampuan ekonomi regional untuk beradaptasi dan pulih dari ketegangan yang terjadi. Menurut dia, konflik internasional tersebut dapat merambat ke tatanan perekonomian domestik sehingga diperlukan fondasi ekonomi yang kokoh dari dalam.
Baca Juga: Peringatan HAN 2025, Kabupaten Jember Fokus Pembinaan Moral Generasi Muda
“Situasi internasional yang tidak stabil memerlukan respons adaptif dari kita. Solusinya adalah mengoptimalkan potensi ekonomi grassroots, khususnya usaha mikro dan sektor non-formal,” papar Gus Fawait pada Senin (23/06/2025).
Implementasi konkret dari filosofi ini diwujudkan melalui regulasi baru yang mengharuskan seluruh aktivitas pembelajaran lapangan institusi pendidikan dilaksanakan dalam batas administratif kabupaten.
Kolaborasi Eksekutif dan Legislatif Jadi Fokus Utama
Kebijakan ini tidak hanya menjamin aspek keamanan, tetapi juga berfungsi sebagai stimulus bagi industri pariwisata domestik. Ekspansi strategi ini meliputi rencana penerbitan instruksi resmi kepada seluruh unit kerja pemerintahan dan aparatur sipil negara untuk mengutamakan destinasi wisata lokal.
Fawait meyakini bahwa keterlibatan aktif birokrasi dapat menjadi katalisator pergerakan ekonomi masyarakat.
“Basis ekonomi informal di wilayah ini sangat substansial dan berpotensi menjadi pilar ketahanan ekonomi,” jelasnya.
Kolaborasi antara eksekutif dan legislatif juga menjadi fokus utama dalam mendorong promosi sektor pariwisata dan pemberdayaan ekonomi lokal atau usaha kecil menengah. Fawait menekankan bahwa pertumbuhan berkelanjutan tidak dapat bergantung sepenuhnya pada alokasi anggaran pemerintah.
“Pembangunan daerah membutuhkan sinergi dalam mengoptimalkan program-program yang berasal dari tingkat pusat, bukan hanya mengandalkan dana internal,” tutupnya. (adv)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Diki Febrianto
Editor: Dwi Lindawati








