MALANG, Tugujatim.id – Kasus pelaku pembunuhan wanita di losmen Kota Malang, EMF, 29, warga Pakisaji, Kabupaten Malang, akhirnya terkuak. Pelakunya buruh bangunan berinisial AK, 26, warga Wajak, Kabupaten Malang, yang tidak lain adalah kekasih korban.
EMF diduga membunuh kekasihnya AK di kamar losmen Jalan Kolonel Sugiono, Kota Malang, Senin dini hari (17/06/2025). Mereka terlibat cekcok usai check in.
Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Nanang Haryono mengatakan, awalnya wanita di Losmen Windu Kencono ditemukan tewas pada Senin (17/06/2025), sekitar pukul 00.30 WIB.
Baca Juga: Nginap bareng Pria, Wanita Tewas di Losmen Malang Diduga Korban Pembunuhan
Hasil otopsi, Nanang mengatakan, korban terindikasi mengalami kekerasan. Sebab, ada tanda cekikan di leher dan ada bekas berhentinya nafas di tenggorokan mayat tersebut.
“Penyidik menyimpulkan bahwa wanita di losmen itu korban tindak pidana pembunuhan,” ungkap Nanang dalam konferensi pers pada Senin (23/06/2025).
Dengan barang bukti yang minim, CCTV losmen tidak ada, Nanang mengungkapkan bahwa penyidik berhasil mengidentifikasi terduga pelaku pembunuhan wanita di losmen. Hasilnya, tersangka berhasil ditangkap di kediamannya di Wajak, Minggu sore (22/06/2025).
Tersangka Sakit Hati pada Korban
Untuk motif pembunuhannya, Nanang mengatakan, tersangka sakit hati pada ucapan korban.
“Korban dengan pelaku punya hubungan spesial alias pacaran. Saat itu korban minta uang dikasih Rp200 ribu, minta tambah Rp300 ribu nggak punya uang. Korban memukul dan dipukul balik,” bebernya.
Saat itulah terjadi cekcok, pelaku diduga mencekik korban hingga tewas. Meski menjalin hubungan kekasih, Nanang menyebut, korban memiliki suami dan anak. Keduanya disebut sudah menjalin hubungan kekasih sekitar 1,5 tahun.
Tersangka pembunuhan wanita di losmen dijerat Pasal 338 KUHP, Pasal 365 Ayat 3 KUHP dan Pasal 351 Ayat 3 KUHP. Dia terancam hukuman 12 tahun penjara.

Sementara itu, kuasa hukum tersangka Ahmad Komarudin mengatakan, tersangka dan korban sebelumnya sempat ngopi dan korban meminta uang Rp200 ribu. Pelaku lalu mengajak korban check in hingga akhirnya minta uang tambahan Rp300 ribu.
Tersangka tidak punya uang tambahan. Korban mengejek tersangka karena tidak punya uang. Hal inilah yang kemudian memicu cekcok dan terjadi pencekikan.
“Jadi pengakuan tersangka, dia sakit hati atas omongan korban. Dia disebut pengangguran dan nggak punya uang,” bebernya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: M. Sholeh
Editor: Dwi Lindawati








