JEMBER, Tugujatim.id – Pemkab Jember mengumumkan status tanggap darurat bencana menyusul peringatan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG).
Langkah sigap ini diambil setelah proyeksi iklim menunjukkan anomali hujan deras yang mengancam sejumlah kawasan di Provinsi Jawa Timur.
Bupati Jember Muhammad Fawait menggelar pertemuan strategis untuk mengevaluasi kesiagaan seluruh instansi terkait. Antisipasi komprehensif ini melibatkan koordinasi lintas sektoral mulai dari birokrasi hingga grassroot level.
Proyeksi meteorologi menunjukkan periode kritis berlangsung sepuluh hari ke depan. Dalam pengarahannya, Gus Fawait, sapaan akrabnya, menegaskan mobilisasi penuh aparatur pemerintahan hingga tingkat komunitas paling bawah, diperkuat kehadiran aparat keamanan dan komunitas sukarelawan tanggap bencana.
“Evaluasi menyeluruh telah kami lakukan terhadap seluruh komponen pemerintahan. Kolaborasi solid menjadi kunci menghadapi tantangan iklim ekstrem ini,” ungkap Gus Fawait pada Minggu (15/2/2026).
Menurutnya, jaringan komunikasi hingga tingkat paling dasar menjadi vital agar monitoring situasi lapangan dapat berjalan optimal dan responsif terhadap dinamika yang berkembang.
Meski kewaspadaan ditingkatkan, Gus Fawait menenangkan publik agar tidak terlarut dalam kepanikan. Ia mengimbau kepada para warga untuk menjaga ketenangan sambil memantau perkembangan kondisi ancaman bencana di sekitar tempat tinggal mereka.
“Harapan saya seluruh komunitas tetap dalam kesiagaan. Kami bersama seluruh komponen keamanan dan relawan akan terus memantau untuk menjamin stabilitas situasi,” jelasnya.
Strategi preventif ini dirancang untuk menekan potensi kerugian akibat bencana alam.
“Doa kami semoga periode kritis ini dapat dilalui dengan selamat, dan wilayah kami terlindungi,” tambahnya.
Di sisi lain, Kepala BPBD Jember Edy Budi Susilo mengonfirmasi telah terbitnya regulasi formal terkait status kesiapsiagaan tersebut. Periode pemberlakuan ditetapkan selama dua pekan di pertengahan bulan ini.
“Keputusan formal ini mengaktifkan seluruh jajaran birokrat dan masyarakat sipil untuk berkolaborasi mengatasi permasalahan di lapangan. Prioritas kami meliputi penanganan dampak banjir besar, pemulihan sarana prasarana, serta distribusi kebutuhan esensial warga,” paparnya.
Sementara itu, Pj Sekda Kabupaten Jember Akhmad Helmi Luqman menjelaskan bahwa data cuaca terkini memperlihatkan kondisi anomali yang perlu perhatian ekstra. Informasi resmi mengklasifikasikan intensitas hujan saat ini sebagai fenomena luar biasa.
“Berdasarkan catatan meteorologi, intensitas presipitasi yang terjadi merupakan rekor dua dekade terakhir. Kondisi ini memang serius, namun masyarakat diminta menjaga kestabilan emosi,” ujarnya Helmi.
Ia juga mengingatkan pentingnya kewaspadaan berkelanjutan terhadap kemungkinan bencana ikutan. Komitmen pemerintahan untuk mendampingi warga selama periode tanggap darurat terus ditegaskan.
“Bersama seluruh stakeholder, kami akan terus berjaga. Pemerintahan hadir sebagai mitra masyarakat dalam menghadapi fase kritis ini dengan semangat kebersamaan,” tutupnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter: Diki Febrianto
Editor: Darmadi Sasongko








