• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
GP Ansor.

Ketua Umum Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) Addin Jauharudin di Jakarta, Senin (30/09/2024). (Foto: GP Ansor)

Jumlah Kabinet Prabowo Ditambah, Ketum GP Ansor: Relevan Hadapi Tantangan Ekonomi Global dan Pertumbuhan Inklusif

Dwi Linda by Dwi Linda
2 years ago
in News
0
Share on FacebookShare on Twitter

JAKARTA, Tugujatim.id — Jumlah kabinet Presiden dan Wapres terpilih Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka akan ditambah 44 kementerian dan lembaga. Merespons rencana itu, Ketua Umum Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) Addin Jauharudin menilai penambahan ini dianggap relevan jika memang disiapkan untuk menghadapi tantangan ekonomi global dan pemulihan ekonomi nasional.

“Penambahan jumlah kabinet bukan hanya soal jumlah. Bagaimana kabinet ini diisi oleh sosok-sosok yang kompeten dan memiliki visi yang sama untuk membawa Indonesia keluar dari berbagai tantangan ekonomi yang ada,” ujar Addin Jauharudin di Jakarta, Senin (30/09/2024).

You might also like

Angkot pelajar gratis.

80 Angkot Pelajar Gratis Segera Hadir di Malang, Pemkot Tunggu Audit 4 Koperasi Rampung

21/07/2026 6:45 PM
Penjual kambing.

Viral Penjual Kambing Kota Batu Disebut Mirip Yesus, Ternyata Niat Awalnya untuk Berdakwah

21/07/2026 6:33 PM

Saat ini, Addin mengatakan, Indonesia harus menghadapi berbagai tantangan besar dalam sektor ekonomi. Pertama, dia mengatakan, tingkat inflasi yang cenderung fluktuatif, terutama akibat kenaikan harga pangan dan energi. Menurut data Bank Indonesia, inflasi pada 2023 mencapai 5,51 persen, lebih tinggi dari target pemerintah.

Baca Juga: Agnez Mo Bongkar Sisi Gelap Industri Hollywood di Tengah Skandal P Diddy

Kedua, persoalan pengangguran. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), tingkat pengangguran terbuka pada Februari 2024 masih berada di kisaran 5,45 persen. Kondisi ini membutuhkan intervensi yang cepat dan efektif untuk menciptakan lapangan kerja baru, terutama di sektor-sektor yang membutuhkan keterampilan khusus.

Ketiga, pertumbuhan ekonomi yang melambat. Dia mengatakan, Indonesia mencatatkan pertumbuhan ekonomi yang relatif stabil di kisaran 5 persen. Namun, untuk mencapai target ambisius pertumbuhan 8 persen seperti yang diharapkan Prabowo Subianto, diperlukan reformasi besar-besaran di berbagai sektor.

Keempat, utang luar negeri. Menurut laporan Bank Indonesia, utang luar negeri Indonesia pada akhir 2023 tercatat mencapai USD 408,6 miliar. Meski masih dalam batas aman, peningkatan efisiensi pengelolaan utang dan peningkatan pendapatan negara perlu menjadi prioritas pemerintah.

Addin Jauharudin menekankan, penambahan kabinet merupakan langkah logis untuk memastikan bahwa setiap sektor ekonomi diberi perhatian yang memadai. Dengan tantangan yang semakin kompleks, penambahan portofolio kementerian akan memungkinkan pemerintahan Prabowo untuk lebih fokus dalam menjalankan program-program ekonomi yang berdampak langsung kepada masyarakat.

Baca Juga: Kirab Pataka Jer Basuki Mawa Beya di Jember, Jadi Momentum Kawal Pilkada 2024

“Jumlah kabinet yang ditambah di era yang penuh tantangan ini harus berorientasi pada penyelesaian masalah mendasar. Contohnya peningkatan kualitas sumber daya manusia, memperkuat ketahanan pangan, dan mengatasi krisis energi,” jelas Addin.

Addin melanjutkan, GP Ansor memiliki program empat pilar bernama BISA (Bisnis, Inovasi, SDM, dan Anak Muda). Keempat program tersebut merupakan visi GP Ansor selama lima tahun ke depan.

“Visi Ansor selama lima tahun ke depan ini, salah satunya bertujuan bergotong royong bersama pemerintah dalam mencapai Indonesia emas 2045,” ujarnya.

Menurut dia, dengan adanya kabinet yang lebih kuat dan efektif, pemerintah akan mampu merespons tantangan ekonomi dengan lebih baik. Hal ini juga diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan, serta mengurangi kesenjangan ekonomi yang ada. (*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id

Editor: Dwi Lindawati

Tags: Berita GP AnsorBerita Jakarta hari iniGerakan Pemuda AnsorJakarta hari iniKabinet Prabowo
Dwi Linda

Dwi Linda

Related Stories

Angkot pelajar gratis.

80 Angkot Pelajar Gratis Segera Hadir di Malang, Pemkot Tunggu Audit 4 Koperasi Rampung

by Dwi Linda
21/07/2026 6:45 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Malang melalui dinas perhubungan (dishub) terus mematangkan pelaksanaan program angkot pelajar gratis. Saat ini,...

Penjual kambing.

Viral Penjual Kambing Kota Batu Disebut Mirip Yesus, Ternyata Niat Awalnya untuk Berdakwah

by Dwi Linda
21/07/2026 6:33 PM
0

BATU, Tugujatim.id – Seorang penjual kambing Kota Batu, Jawa Timur, mendadak viral menjadi perbincangan di media sosial. Faiq Muhammad Alkhatiri...

Bareng Rakyat.

Bareng Rakyat Rampungkan Kepengurusan di 31 Kecamatan Jember

by Dwi Linda
21/07/2026 3:21 PM
0

JEMBER, Tugujatim.id - Organisasi kemasyarakatan Bareng Rakyat merampungkan pembentukan kepengurusan di seluruh 31 kecamatan di Kabupaten Jember, Minggu (20/07/2026). Pencapaian...

Mahasiswa

Mahasiswa Asal Situbondo Tewas Terlindas Truk di Gending, Diduga Gagal Mendahului

by Mochamad Abdurrochim
21/07/2026 3:00 PM
0

PROBOLINGGO, Tugujatim.id - Kecelakaan lalu lintas maut terjadi di Jalan Raya Desa Sebaung, Kecamatan Gending, Kabupaten Probolinggo, Senin (20/07/2026) sekitar...

Next Post
Sepeda motor milik korban

Sepeda Motor Petugas Kebersihan di Malang Digondol Maling, Parkir Tak Jauh dari Tempatnya Menyapu

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID