SIDOARJO, Tugujatim.id – Arus penumpang bus di Terminal Tipe A Purabaya, Bungurasih, terpantau mengalami penurunan selama masa libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026. Berdasarkan data Terminal Purabaya, tercatat hingga 24–26 Desember 2025, jumlah penumpang menurun sekitar 4 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Humas Terminal Tipe A Purabaya Ilham Brillian menyampaikan bahwa pada libur Nataru tahun ini total penumpang mencapai sekitar 330 ribu orang. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan Nataru 2024 yang mencapai sekitar 340 ribu penumpang.
“Sejauh ini lonjakan penumpang belum terlihat. Berdasarkan data yang kami miliki, justru terjadi penurunan sekitar 4 persen dibandingkan tahun lalu,” ujar Ilham kepada awak media pada Sabtu (27/12/2025).
Baca Juga: 2 Sopir Bus di Terminal Purabaya Positif Narkoba, Langsung Direhabilitasi
Meski jumlah penumpang di Terminal Purabaya menurun, Ilham memastikan tidak ada kenaikan harga tiket secara signifikan. Secara umum, perusahaan otobus (PO) tetap memberlakukan tarif normal. Kalaupun ada penyesuaian harga, hanya dilakukan oleh beberapa PO tertentu.
“Untuk rute AKDP tidak ada kenaikan harga karena sudah diatur melalui peraturan daerah. Jika ada PO yang menaikkan harga di luar ketentuan, penumpang bisa melapor kepada kami,” ungkapnya.
Meski demikian, jika penumpang menemukan dugaan pelanggaran tarif dapat disampaikan melalui pesan Instagram resmi Terminal Purabaya atau WhatsApp Center.
“Nantinya dari pihak terminal akan langsung menindaklanjuti laporan tersebut dengan memanggil kru terkait untuk memberikan penjelasan lebih lanjut,” imbuhnya.
Tarif Bus Patas Tetap Stabil
Sementara itu, untuk bus patas, tarif juga dipastikan tetap stabil. Harga ditentukan berdasarkan tarif batas atas dan batas bawah, serta persaingan antar-PO. Meski demikian, seluruh tarif bus patas tetap wajib dilaporkan ke pihak terminal.
Tidak hanya itu, dalam rangkaian menyambut libur Nataru, Terminal Purabaya juga meningkatkan aspek keamanan dan kenyamanan penumpang. Pihak terminal bekerja sama dengan TNI, Polri, dan dinas perhubungan dalam patroli rutin yang dilakukan pada pagi, sore, serta jam-jam sibuk.
“Beberapa waktu lalu, ada sejumlah fasilitas terminal yang diperbaiki, seperti pemasangan kipas angin di ruang tunggu serta optimalisasi CCTV di titik-titik rawan guna meningkatkan keamanan,” terang Ilham.
Untuk rute favorit, penumpang AKDP banyak memilih tujuan Madiun, Malang, Ponorogo, dan Bojonegoro. Sedangkan rute AKAP didominasi tujuan Solo, Yogyakarta, Semarang, Bali, dan Jakarta. Arus kedatangan ke Surabaya sendiri masih relatif rendah dan didominasi oleh keberangkatan ke luar kota.
“Prediksi arus balik diperkirakan terjadi pada 2 Januari dan itu akan menjadi puncaknya,” tambah Ilham.
Baca Juga: Rampcheck Nataru Kendaraan Umum di Terminal Kertajaya Mojokerto, 2 KPS Armada Belum Lengkap
Di sisi keselamatan, Terminal Purabaya secara rutin memeriksa kelaikan kendaraan terhadap sekitar 50 bus per hari, baik AKDP maupun AKAP.
“Kalau didapat ada kendaraan yang dinilai tidak laik jalan wajib diperbaiki atau dihentikan sementara. Selain itu, juga ada pemeriksaan kesehatan kru, termasuk tes urine secara acak, yang dilakukan bekerja sama dengan Polresta Sidoarjo untuk memastikan sopir dan kru dalam kondisi sehat saat melayani penumpang,” pungkas Ilham.
Sementara itu, secara terpisah, Adi, penjaga parkir motor Terminal Purabaya, juga mengeluhkan terkait sepinya para penumpang bus dibandingkan periode libur Nataru tahun lalu.
“Sepi, biasanya malam Natal itu parkir motor sampai penuh-penuh. Kemarin sepi, cuma separuh saja yang keisi (menunjuk tempat parkir). Tapi alhamdulillah, mulai sore ini agak ramai,” tandasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Layla Aini
Editor: Dwi Lindawati








