Kades di Malang Bantah Anaknya Gelar Dangdutan dan Langgar Prokes saat PPKM - Tugujatim.id

Kades di Malang Bantah Anaknya Gelar Dangdutan dan Langgar Prokes saat PPKM

  • Bagikan
Kepala Desa Gading, Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang, Suwito saat berada di Polres Malang, Senin (9/8/2021). Ia menyatakan bahwa anaknya tidak menggelar dangdutan saat PPKM. (Foto: M Sholeh/Tugu Malang/Tugu Jatim)
Kepala Desa Gading, Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang, Suwito saat berada di Polres Malang, Senin (9/8/2021). Ia menyatakan bahwa anaknya tidak menggelar dangdutan saat PPKM. (Foto: M Sholeh/Tugu Malang/Tugu Jatim)

MALANG, Tugujatim.id – Kepala Desa (Kades) Gading, Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang, Suwito membantah jika anaknya telah menggelar acara dangdutan dan melanggar protokol kesehatan di tengah Pemberlakuan Pembatasan Kegaitan Masyarakat (PPKM) Level 4. Hal itu diungkapkan usai adanya video viral yang menunjukkan anaknya menggelar dangdutan tanpa protokol kesehatan.

“Bukan orkes atau dangdutan sebetulnya, anak anak mau latihan dari pada sound-nya nganggur, jadi dipakai latihan. Itu punya kita sendiri,” ujar Suwito, Kades Gading, Senin (9/8/2021).

Dia mengaku acara tersebut dilakukan secara spontan dan tanpa rencana. Di mana kegiatan utamanya adalah syukuran peletakan batu pertama pembangunan kafe milik anaknya.

“Awalnya hanya selamatan saja, pembukaan kafe, peletakan batu pertama. Kami tidak mengundang siapapun, hanya keluarga saja sekitar 15 orang,” paparnya.

Kepala Desa Gading, Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang, Suwito saat akan menjalani tes swab di Polres Malang, Senin (9/8/2021). Ia menyatakan bahwa anaknya tidak menggelar dangdutan saat PPKM. (Foto: M Sholeh/Tugu Malang/Tugu Jatim)
Kepala Desa Gading, Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang, Suwito saat akan menjalani tes swab di Polres Malang, Senin (9/8/2021). Ia menyatakan bahwa anaknya tidak menggelar dangdutan saat PPKM. (Foto: M Sholeh/Tugu Malang/Tugu Jatim)

Menurutnya, kegiatan itu berlangsung selama dua jam mulai pukul 20.00 hingga 22.00 WIB. Namun dia mengaku hanya hadir saat acara syukuran dan meninggalkan tempat untuk menghadiri acara pernikahan.

“Kemudian saya ditelepon, disampaikan anak anak mau latihan. Saya jawab jangan lama-lama, nyoba saja, saya bilang gitu. Jadi itu latihan bukan orkesan. Kalau orkesan ya pasti besar, ada teropnya. La ini gak ada,” ungkapnya.

Akibat kejadian itu, dia mengatakan bahwa telah diperiksa kepolisian sebanyak dua kali. Selain itu dia juga telah dipanggil Inspektorat Kabupaten Malang sebanyak sekali.

“Ditanya asal usulnya bagaimana, ya saya sampaikan aja sesuai dengan kejadian itu. Awalnya memang selamatan bersama saudara-saudara saja,” tuturnya.

Saat disinggung terkait penerapan prokes yang tidak dilakukan peserta, dia mengaku bahwa mereka melepas masker saat makan usai syukuran.

“Awalnya meraka pakai masker semua, kami juga menyediakan tempat cuci tangan. Itu awalnya kan makan makan usai syukuran kemudian pada merokok, makanya maskernya dilepas. Semua juga bawa masker semua,” ucapnya.

Kini sebanyak 11 orang yang hadir dalam acara tersebut telah menjalani proses tes swab untuk memastikan apakah ada penyebaran Covid-19 akibat kegiatan itu.

  • Bagikan