Kampanye Anti Hoaks, GP Ansor Sampang Gelar Pelatihan Cyber

Kampanye Anti Hoaks, GP Ansor Sampang Gelar Pelatihan Cyber

  • Bagikan
Acara pelatihan Cyber GP Ansor Kabupaten Sampang.
Acara pelatihan Cyber GP Ansor Kabupaten Sampang. (Foto: Rifqan)

SAMPANG, Tugujatim.id – Infiltrasi gerakan dan wacana keagamaan transnasional yang masif di platform digital belakangan ini menjadi tantangan baru bagi bangsa Indonesia. Gerakan itu tidak hanya isapan jempol semata, mengingat berbenturan langsung dengan ideologi Pancasila dan harmoni NKRI.

Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) mencatat 85 persen kaum milenial sangat rentan terpapar paham radikalisme. BNPT juga mencatat bahwa 47,3 persen pelaku terorisme berlatar kaum muda.

Data ini semakin menguatkan bahwa ruang-ruang digital, di mana penggunanya didominasi kaum muda, telah mengirim sinyal darurat. Konten ruang digital sesak dengan narasi-narasi Islam yang ekslusif, dan pengaruhnya terhadap anak muda sangat dominan.

Merespon dinamika tersebut, Pengurus Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Sampang menggelar Pelatihan Ansor Cyber Troops Academy (ACTA) 2022 yang bekerja sama dengan Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Sampang.

Kepala Kemenag kabupaten Sampang, H Moh Isrsyad menyampaikan, kegiatan tersebut supaya dimaksimalkan dengan baik, melihat akhir-akhir ini banyak fitnah yang bertebaran di media sosial. Sehingga, banyak masyarakat awam yang terprovokasi oleh berita hoax.

“Jadi saya harap ini di maksimalkan dengan baik, maraknya berita bohong di media sosial inilah yang membuat masyarakat terprovokasi,” tegasnya.

Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) itu menuturkan, akibat maraknya berita bohong tersebut membuat masyarakat salah paham, salah satunya pada Menteri Agama Republik Indonesia Gus Yaqut Kholil Qoumas.

“Gus Yaqut itu sudah jelas keturunan dari kiai NU, yang sanad keilmuannya sudah jelas dan beliau keturunan dari kiai pengarang kitab, Tapi banyak orang yang mengejeknya seolah-olah beliau bukan seorang kiai. Yaitu sebabnya karena berita hoax itu,”ungkapnya.

Kegiatan tersebut merupakan salah satu agenda yang diprioritaskan oleh PC GP Ansor kabupaten Sampang dan pesertanya tidak hanya kader GP. Ansor Sampang, tapi diikuti oleh utusan kader Ansor se-Jawa Timur dan dari kalangan Guru Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Kabupaten Sampang.

Gus Amin Syafi’ selaku Ketua Umum PC GP. Ansor Sampang menyampaikan bahwa pergerakan Ansor yang di darat tidak perlu diragukan lagi. Akan tetapi pergerakan Ansor di Media Sosial juga perlu digalakkan.

“Pergerakan Ansor di daratan tidak perlu kita ragukan, tetapi pergerakan di medsos ini yang tak kalah penting untuk lakukan hari ini, maka dari itu kami meminta perwakilan dari seluruh PAC dan Ranting se-kabupaten Sampang wajib mendelegasikan kadernya sebagai peserta,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua PCNU Sampang KH. Itqon Busyiri berharap, setelah pelatihan tersebut supaya bisa mengedukasi ke masyarakat melalui ranting-ranting yang ada di kabupaten Sampang. Beliau mengungkap yang paling rawan termakan berita hoax yaitu yang ada di ranting yang belum bisa membedakan berita di media sosial.

“Jadi setelah ini kami harap kalian berjalan ke ranting untuk memberikan pemahaman bagi masyarakat agar bisa membedakan mana yang hoax dan mana yang benar, mana yang haq dan mana yang bathil,” jelasnya.

Disamping itu Ketua Bidang Media informasi yang sekaligus menjadi Ketua panitia H. Moh. Yusuf mengucapkan banyak terimakasih kepada Kemenag kabupaten Sampang yang sudah bekerja sama dan sudah menfasilitasi kegiatan itu, juga kepada semua undangan yang hadir pada acara tersebut.

Kegiatan ini juga mendapat apresiasi dari Ketua Cyber Ansor Jawa Timur Habib Mahdi, pihaknya mengatakan kegiatan itu sangat luar biasa, bahkan pada acara tersebut Tim Cyber Ansor Jatim kompak turun ke Sampang untuk menggembleng para peserta pelatihan Cyber itu.

 

 


Terima kasih sudah membaca artikel kami. Ikuti media sosial kami yakni Instagram @tugujatim , Facebook Tugu Jatim
Youtube Tugu Jatim ID , dan Twitter @tugujatim

 

 

  • Bagikan