SURABAYA, Tugujatim.id – Komunitas Kampoeng Dolanan Kota Surabaya, Jawa Timur, mengenalkan aneka permainan tradisional kepada anak-anak difabel di UPTD Kampung Anak Negeri, Jalan Kalijudan, Kota Surabaya, pada Minggu (4/12/2022).
Kegiatan bertajuk “Setara di Ruang yang Sama” itu digelar oleh organisasi Disabilitas Berkarya untuk memperingati Hari Disabilitas Internasional 2022.
Ketua Komunitas Kampoeng Dolanan, Mustofa Sam mengatakan bahwa pihaknya tidak kesulitan mengenalkan dan mengajari anak-anak difabel permainan tradiosional.
“Anak-anak sangat senang dan gembira dengan permainan tradisional yang kami kenalkan. Mereka punya aturan sendiri dengan permainan tersebut. Mungkin pandangan orang sulit ketika kami mengajari mereka, tapi nyatanya mereka sangat menikmati dan tidak sulit bagi kami mengajari mereka,” ujarnya, di Basecamp Komunitas Kampoeng Dolanan Kota Surabaya, pada Selasa (6/12/2022).
Lanjut Mustofa, permainan tradisional adalah bahasa universal yang dapat dipahami. Permainannyapun dapat dimainkan oleh semua orang, termasuk anak-anak difabel.
“Seperti misalnya engkle, engkle ini dicontohkan lompat dari satu petak kotak ke kotak lainnya, kemudian mereka mempraktekkan, itu adalah bahasa yang menurut saya universal, jadi mudah tersampaikan kepada mereka,” ucapnya.
Kata dia, antusiasme anak-anak difabel saat memainkan permainan tradisional sangat tinggi. Beberapa anak berebut untuk mencoba memainkan permainan mulai dari engkle gunung, engkle pesawat, lompat tali, egrang bambu,dan balap karung.
“Kebetulan ini sudah kegiatan yang kesekian kali bersama mereka, jadi mereka sudah mengenal permainan yang saya bawa. Terus secara antusias mereka sangat antusias sekali bahkan mengeluarkan gaya macem-macem. Pada dasarnya mereka senang dengan bermain,” ucapnya.
Dia berharap semakin banyak orang-orang yang peduli dengan permainan tradisional, bukan hanya ucapan tetapi juga dari tindakan. “Kepedulian itu adalah mengenalkan permainan tradisional, mengajak anak-anak untuk bermain dan mendampingi mereka untuk bermain,” pungkasnya.








